Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Dorong Hilirisasi Budaya, Menbud Fadli Zon Apresiasi Peran Desainer Promosikan Wastra ke Panggung Dunia

Karawang ::Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menekankan pentingnya peran strategis para perancang busana (fashion designer) tanah air dalam mempromosikan wastra Nusantara, khususnya batik, ke kancah internasional. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya hilirisasi budaya yang mampu memberikan dampak ekonomi secara berkelanjutan.
Dorong Hilirisasi Budaya, Menbud Fadli Zon Apresiasi Peran Desainer Promosikan Wastra ke Panggung Dunia
Dorong Hilirisasi Budaya, Menbud Fadli Zon Apresiasi Peran Desainer Promosikan Wastra ke Panggung Dunia

“Budaya berada di hulu, lalu ekonomi kreatif, pariwisata, dan lain-lain berada di hilir. Kita juga perlu untuk melakukan hilirisasi budaya kita, salah satunya adalah melalui tangan-tangan para perancang busana kita. Para perancang busana bisa membawa wastra kita, termasuk batik, di tengah-tengah peradaban dunia,” ujar Fadli Zon di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Fadli Zon mengapresiasi transformasi wastra Nusantara yang kini telah berkembang menjadi ekosistem ekonomi dan industri budaya yang solid. Menurutnya, kepiawaian para desainer lokal berhasil menggeser persepsi batik dari sekadar pakaian formal menjadi elemen busana bernilai seni tinggi yang siap bersaing di panggung fesyen global, salah satunya lewat media pameran instalasi mode.

Ia juga berharap para desainer Indonesia dapat terus memperluas jejaring dan berkolaborasi dengan perancang busana internasional demi mengakselerasi promosi kekayaan kain tradisional Indonesia di tingkat dunia.

Salah satu wujud nyata dari upaya promosi wastra tersebut ditunjukkan oleh perancang busana ternama Indonesia, Ivan Gunawan, melalui pameran bertajuk “Nusanova 2.0 Sekar Jagat” yang digelar di Jakarta. Pameran ini menghadirkan pengalaman imersif bagi publik untuk menikmati fesyen sebagai sebuah karya seni sekaligus memahami proses kreatif di balik terciptanya sebuah busana.

Dalam koleksinya kali ini, Ivan mengangkat motif batik Sekar Jagat khas Pamekasan, Madura. Karakter batik Madura yang dikenal berani, kaya akan warna, serta memiliki identitas visual yang kuat dieksplorasi sedemikian rupa hingga bertransformasi menjadi garmen modern bersiluet tegas, feminin, dan berkarakter—bahkan dinilai sangat layak menghiasi panggung red carpet internasional.

Tak hanya mengedepankan aspek komersial, Ivan menegaskan bahwa perhelatan ini juga mengusung misi edukasi kebudayaan bagi masyarakat luas.

“Saya ingin menunjukkan bahwa fesyen juga memiliki peran dalam pendidikan dan kebudayaan. Karena itu, pameran ini saya buka untuk masyarakat secara gratis, sehingga siapa pun dapat datang, melihat, belajar, dan menemukan inspirasi dari karya-karya yang ada,” ungkap Ivan.(*)