Tragedi Kebakaran Hutan Aljazair Tewaskan 12 Jiwa
Karawang : Puluhan titik api masih terlihat di sepuluh provinsi timur Aljazair, memicu hari berkabung nasional setelah puluhan warga terluka dan ribuan hektar lahan terdampak.
![]() |
| Seorang petugas pemadam kebakaran berjibaku melawan kebakaran hutan yang menjalar melalui vegetasi di Aljazair, 28 Agustus 2026. (Foto: Anadolu Agency) |
Aljazair kembali menghadapi ujian berat ketika gelombang kebakaran hutan melanda sepuluh provinsi di kawasan timur negara tersebut. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perlindungan Sipil Aljazair, bencana yang meletus dalam kurun waktu 24 jam terakhir ini telah merenggut 12 nyawa dan menyebabkan 54 orang mengalami luka-luka.
Hingga laporan ini diturunkan sabtu 29 Agustus 2026, sebanyak 64 dari total 174 titik api masih terpantau aktif dan belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Sementara itu, tim darat telah berhasil menjinakkan 110 titik api lainnya melalui operasi pemadaman intensif.
Konsentrasi api terbesar saat ini terpusat di Provinsi Jijel, wilayah pesisir Laut Mediterania yang terletak sekitar 300 kilometer di sebelah timur ibu kota Algiers. Di wilayah ini saja, terdapat 20 titik api yang masih berkobar.
Intensitas api juga terlihat di sejumlah wilayah lain, dengan rincian 14 titik di Skikda, 10 di El Tarf, enam di Guelma, lima di Annaba, empat di Béjaïa, serta dua di Bouira. Masing-masing satu titik api juga masih bertahan di Tebessa, Constantine, dan Mila.
Upaya pemadaman menghadapi tantangan besar akibat medan yang berat dan tiupan angin. Pemerintah mengerahkan dukungan udara menggunakan armada pesawat amfibi BE-200, pesawat pemadam AT-802, serta helikopter berat Mi-26 milik militer untuk menjangkau titik-titik api di area pegunungan.
Menteri Dalam Negeri Aljazair, Said Sayoud, memaparkan rincian korban jiwa akibat bencana yang bermula sejak hari Rabu tersebut. Berdasarkan data resmi, korban tewas meliputi lima orang di Jijel, empat di Bejaia, dan tiga di Tizi Ouzou. Ia menambahkan bahwa dari 54 korban luka bakar yang dirawat, enam di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para korban, Presiden Abdelmadjid Tebboune memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang serta menetapkan tiga hari masa berkabung nasional.
Situasi di lapangan terus dipantau secara berkala melalui pembaruan data yang dirilis oleh otoritas pertahanan sipil, seiring dinamika cuaca yang mempengaruhi kecepatan pergerakan api di wilayah Mediterania tersebut.(*)
