WHO dan Jepang Luncurkan Program “No Child Left Behind” untuk Tutup Kesenjangan Imunisasi di RI
Jakarta: WHO bersama Pemerintah Jepang meluncurkan inisiatif “No Child Left Behind” pada 5 Juni 2026 untuk menutup kesenjangan imunisasi di Indonesia. Program setahun ini fokus pada pencegahan KLB campak dan rubela.
Melansir dari laman Kemkes, Minggu (9/8/26), Indonesia menghadapi ancaman besar penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi, terutama di Papua dan Sumatra Utara. Cakupan dosis 1 MR di Papua hanya 46,2% pada 2024. Tahun itu hampir 83.000 anak di dua provinsi itu tidak dapat dosis pertama, dan 150.000 lainnya tidak dapat dosis kedua.
Kesenjangan ini membuat puluhan ribu anak rentan dan memicu KLB berulang di daerah terpencil dengan sistem pemantauan lemah.
Program ini akan memperkuat imunisasi rutin, meningkatkan deteksi dan respons penyakit, serta membangun kapasitas lokal di daerah prioritas. Tujuannya menurunkan kesenjangan dan melindungi komunitas rentan.
Kemenkes juga menggelar Pekan Imunisasi Dunia 2026 dengan tema “Lengkapi Imunisasi Sepanjang Usia”. Ada fun walk dan layanan imunisasi langsung untuk mendekatkan akses vaksinasi.(*)
