Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

MTQ Nasional XXXI Diproyeksikan Gerakkan Ekonomi Rp1,2 Triliun

Semarang ; Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah diproyeksikan menggerakkan perputaran ekonomi sekitar Rp1,2 triliun. Perhelatan yang berlangsung 11–20 September 2026 itu tidak hanya mempertemukan kafilah dari berbagai daerah dalam kompetisi Al-Qur’an, tetapi juga menghidupkan aktivitas perdagangan, transportasi, kuliner, akomodasi, dan UMKM.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan, pemerintah daerah sejak awal ingin memastikan manfaat ekonomi MTQ dirasakan secara luas. Salah satunya melalui Pameran MTQ Nasional XXXI yang menghadirkan produk UMKM dan kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami tidak ingin MTQ ini hanya dinikmati Jawa Tengah. Karena itu, kami mengajak provinsi-provinsi lain untuk hadir membawa UMKM dan produk kerajinannya,” ujar Taj Yasin saat pembukaan Pameran MTQ Nasional XXXI di Gajah Mada Plaza, Simpang Lima, Semarang, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Taj Yasin, keterlibatan berbagai daerah membuat MTQ sekaligus menjadi ruang pertemuan antarpelaku usaha. Produk yang dibawa ke Semarang diharapkan tidak berhenti sebagai pajangan selama pameran, tetapi dikenal oleh peserta dan pengunjung dari berbagai wilayah sehingga membuka peluang pasar baru setelah MTQ berakhir.

Taj Yasin juga mengajak para kafilah memanfaatkan keberadaan pameran untuk mengenal dan membeli produk daerah. Ia berharap produk Jawa Tengah maupun daerah lain dapat dibawa pulang ke berbagai wilayah, mulai Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua. Dengan begitu, hubungan yang terbangun melalui MTQ dapat berkembang menjadi kerja sama ekonomi antardaerah.

Ia menyebut perputaran ekonomi sekitar Rp1,2 triliun merupakan proyeksi dari berbagai aktivitas yang muncul selama rangkaian MTQ. Pergerakan tersebut mencakup kebutuhan peserta dan masyarakat selama berada di Jawa Tengah, termasuk aktivitas UMKM, pedagang, pekerja, transportasi, serta sektor jasa lainnya. “Kalau kita hitung, perputaran ekonomi dari MTQ ini diproyeksikan sekitar Rp1,2 triliun. Ini bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana kegiatan nasional ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat,” kata Taj Yasin.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Helmi Halimatul Udhmah menilai, Pameran MTQ Nasional XXXI menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan karena mempertemukan produk, kreativitas, dan kearifan lokal dari berbagai daerah. Sebanyak 150 stan disiapkan sebagai ruang promosi bagi UMKM, perajin, pelaku ekonomi kreatif, serta sejumlah lembaga dan pemerintah daerah.

“Pameran ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi etalase berbagai potensi daerah yang kita miliki. Ada UMKM, perajin, dan pelaku ekonomi kreatif yang mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat dari berbagai daerah,” ujar Helmi.

Menurut Helmi, perjumpaan berbagai produk daerah dalam pameran menunjukkan bahwa nilai keagamaan dapat berjalan bersama kreativitas, kewirausahaan, ilmu pengetahuan, dan perkembangan teknologi. Pameran juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal keberagaman budaya dan tradisi dari berbagai wilayah Indonesia dalam suasana MTQ.

Helmi berharap, manfaat pameran tidak berhenti ketika MTQ selesai. Promosi melalui media digital, perluasan kemitraan dengan dunia usaha, dan penguatan jejaring pemasaran dinilai dapat membantu produk yang dipamerkan tetap memiliki pasar setelah peserta dan pengunjung kembali ke daerah masing-masing. “Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi lebih kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat menjadi lebih tangguh. Dan ketika masyarakat tangguh, Indonesia akan semakin maju dan berkeadaban,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah July Emmylia mengatakan Pameran MTQ Nasional XXXI digelar selama delapan hari, 12–19 September 2026, di Gajah Mada Plaza, Simpang Lima, Semarang. Mengusung tema “Sinergi Kreasi Islam Nusantara”, pameran tersebut telah terisi penuh dengan 150 stan yang melibatkan kementerian, pemerintah daerah, pelaku UMKM, serta sejumlah pemangku kepentingan.

“Selama delapan hari, pengunjung tidak hanya dapat melihat produk, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan interaktif yang kami siapkan. Pameran ini kami rancang sebagai ruang promosi sekaligus interaksi antara pelaku usaha dengan masyarakat,” ujar July Emmylia.

Selain menampilkan produk dan kuliner, rangkaian pameran diisi peragaan busana, lomba mewarnai, tari Saman, selawat, talkshow, diskusi buku, pertunjukan musik Islami, kuis interaktif, dan product showcase. Disediakan pula layanan konsultasi zakat, potong rambut gratis, layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR), edukasi sertifikasi halal, serta bursa kerja yang melibatkan 40 perusahaan.

July mengatakan pameran juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar bagi pelaku usaha Jawa Tengah dan daerah lain. Kegiatan tersebut mempertemukan peserta MTQ, masyarakat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam satu ruang, sekaligus memperkuat semangat Bangga Buatan Indonesia. 

“Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI yang sejalan dengan perhatian Menag Nasaruddin Umar terhadap penguatan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat diharapkan menghadirkan manfaat yang lebih luas, termasuk melalui penguatan ekonomi masyarakat,” tandasnya.(*)

Hide Ads Show Ads