Tim DVI Polda Jateng Ambil Sampel Keluarga 3 Penumpang Kapal Virgo Hilang Kontak
Solo: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah mengambil sampel DNA dari keluarga tiga penumpang Kapal Virgo Transport 8 asal Solo dan Karanganyar. Pengambilan sampel dilakukan untuk membantu proses identifikasi korban yang telah ditemukan dalam pencarian kapal tersebut.
Tiga penumpang yang hingga kini masih ditunggu kabarnya tersebut yakni Ahda Dhiyaurrohman (18) dan Aldo Nurahmansya (19), warga Jaten, Karanganyar, serta Guntur Aji Pangestu (27), warga Jebres, Kota Solo.
Kaur DVI Polda Jateng AKP Derry Setiawan mengatakan, sampel DNA diambil dari anggota keluarga yang memiliki hubungan biologis dengan ketiga penumpang tersebut.
"Dari Dokkes Polda Jateng, kami dari tim DVI saat ini sedang mengambil tiga keluarga dari kemungkinan korban, ataupun korban yang ditemukan di Banjarmasin, maupun korban yang ditemukan di Jawa Timur. Saat ini kami mengambil sempel darah, dan gigi, yang nanti akan kami cocokan DNA-nya," Kaur DVI Polda Jateng AKP Derry Setiawan, kepada awak media di Klinik Bhayangkara Polresta Solo, Selasa (22/09/2026).
Sampel DNA tersebut berasal dari ayah, ibu, atau saudara kandung. Selanjutnya, sampel akan dikirim ke Pusdokkes Polri untuk dicocokkan dengan DNA korban yang ditemukan.
"Jadi kami sampai saat ini masih menunggu dari Mabes Polri keluarga siapa saja yang kami ambil DNA," ucapnya.
Di tengah proses identifikasi tersebut, keluarga ketiga penumpang masih menunggu kepastian mengenai keberadaan anggota keluarga mereka.
Keluarga Ahda sebelumnya mendapat informasi mengenai temuan KTP yang diduga milik Ahda pada salah satu jenazah yang telah dievakuasi. Namun, pihak keluarga belum dapat memastikan identitas jenazah tersebut.
Ayah Ahda, Nurul Bahri (45), mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan DNA untuk memastikan apakah jenazah tersebut merupakan putranya.
"Beritanya masih simpang siur, kita sebaiknya menunggu hasil DNA ini saja. Karena sementara ini, ada info kemarin dari Jasa Rahaja ada KTP yang menempel di jenazah, KTP Ahda katanya. Tapi kita belum tahu ya. Seperti yang disampaikan beliau dari Polda Jateng, masih harus dicocokkan dengan DNA," kata Bahri.
Bahri mengatakan sampel yang diambil dari dirinya berupa darah dan air liur. Ia mengaku telah mendapat informasi mengenai agenda pengambilan sampel DNA sejak Jumat dan pelaksanaannya dilakukan pada Selasa.
Sementara itu, keluarga Aldo juga menerima informasi mengenai temuan sejumlah barang milik korban. Namun, keluarga masih menunggu hasil pencocokan DNA untuk memastikan identitasnya.
Bude Aldo, Ranurmahartini (55), mengatakan pihak keluarga telah mendapat informasi mengenai properti yang diduga milik Aldo ditemukan.
"Informasi sudah ditemukan kemarin sore, karena properti sudah jelas milik Aldo. Sepupunya di sana (Banjarmasin) sudah melihat jenazahnya, bahwa itu benar. Cuma tadi pagi dari forensik konfirmasi ke saya, apakah giginya pakai pemutih. Padahal selama ini tidak pakai pemutih," kata Ranurmahartini.
Ranurmahartini menjelaskan, Aldo sebelumnya hendak pergi ke Banjarmasin untuk bekerja di perkebunan sawit bersama Ahda dan Jevon. Ia mengatakan komunikasi terakhir dengan Aldo terjadi pada Jumat (11/09/2026).
"(Kemarin) Ada empat jenazah yang ditemukan, tapi belum teridentifikasi. Sorenya baru dapat kabar, properti Aldo sudah ditemukan itu, tapi belum berani memastikan kalau itu jenazahnya Aldo," ujarnya.
Sementara itu, ibu Guntur, Sri Mulyani (54), juga masih menunggu kepastian mengenai keberadaan putranya. Sampel DNA yang diambil dari dirinya berupa darah dan air liur.
"Kemarin saya dapat informasi, cuma ditanyai ciri-ciri korban, dan properti korban," kata Sri.
Kapal Virgo Transport 8 diketahui melayani rute Surabaya-Banjarmasin dan dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa setelah sebelumnya menghadapi cuaca buruk. Kapal tersebut membawa 243 orang.
"Dilaporkan info awal operasi SAR kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 hilang kontak di Laut Jawa, Provinsi Kalimantan Selatan," kata Kabasarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii kepada wartawan, Minggu (13/09/2026).
Kapal Virgo dilaporkan hilang kontak pada koordinat 4°31'51.82"S 114° 2'6.88"E dengan heading 203.94°. Lokasi tersebut berjarak sekitar 80 nautical mile dari Dermaga SAR Basirih Banjarmasin dengan estimasi waktu tempuh sekitar lima jam.
Adapun kronologi awal hilang kontak Kapal Virgo Transport 8 sebagai berikut:
1. Pukul 01.00 WIB, Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin melaporkan menghadapi cuaca buruk dan selanjutnya terjadi hilang kontak.
2. Pukul 04.10 WIB, GM Virgo Transport 8 melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Banjarmasin untuk mendapatkan bantuan pencarian dan pertolongan.
3. Pukul 04.30 WIB, Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan satu tim menuju Dermaga SAR Basirih dan berangkat menuju titik terakhir kapal yang diketahui menggunakan KN SAR Laksmana 241 dengan estimasi lima jam perjalanan.
4. Basarnas Command Center (BCC) telah mengirimkan broadcast radio ke seluruh saluran di kawasan dan mengirimkan peta prediksi digital untuk dasar pelaksanaan SAR.
