Candanya Jangan Berlebihan, Sungguh Terlalu! Petugas Damkar Kena Prank Laporan Kebakaran Boongan
Kuningan : Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Kuningan menindaklanjuti laporan dugaan kebakaran yang ternyata palsu pada Jumat 31 Juli 2026. Laporan tersebut membuat petugas mengerahkan personel dan armada ke lokasi di tengah meningkatnya kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.(1/8/26).
Laporan yang diterima menyebutkan terjadi kebakaran di sekitar bangunan Kantor Sekretariat Hamida Koordinator Kuningan di Jalan RE Martadinata, Desa Balong, Kecamatan Sindangagung. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi dan koordinasi dengan pengelola setempat, petugas tidak menemukan adanya kebakaran maupun bekas insiden kebakaran. Situasi dipastikan aman dan laporan tersebut merupakan laporan palsu.
Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, menyayangkan adanya laporan bohong tersebut. Menurutnya, tindakan iseng seperti itu dapat mengganggu pelayanan darurat, terutama saat petugas sedang meningkatkan kewaspadaan menghadapi tingginya risiko kebakaran pada musim kemarau.
"Kami mengimbau kepada masyarakat, tolong jangan iseng atau main-main dengan laporan kebakaran. Saat ini kita sedang memasuki musim kemarau, di mana potensi kebakaran sangat tinggi dan petugas kami disiagakan secara ketat," kata Andri.
Ia menjelaskan, setiap respons terhadap laporan kebakaran membutuhkan pengerahan personel, armada, serta biaya operasional. Karena itu, laporan palsu dinilai membuang waktu, tenaga, dan sumber daya yang seharusnya digunakan untuk menangani kejadian darurat yang benar-benar terjadi.
"Biaya operasional kami terbatas dan fokus kami adalah melayani masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali demi kebaikan bersama," ujarnya.
Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan mengimbau masyarakat agar menggunakan layanan darurat secara bertanggung jawab sehingga penanganan kebakaran dan bencana lainnya dapat dilakukan secara efektif (*).
