Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Kemendikdasmen Distribusikan 5,5 Juta Buku Perkuat Literasi Murid

Kudus ; Pemerintah terus memperluas akses pendidikan bermutu melalui penyediaan buku bacaan berkualitas bagi anak-anak Indonesia. Langkah ini dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga dunia usaha sebagai bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi nasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti. (Foto: Kemendikdasmen RI)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, penguatan literasi dan numerasi merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, peningkatan minat baca anak menjadi salah satu agenda prioritas yang dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor.

"Kami berusaha dengan segala kemampuan agar minat baca anak dapat ditingkatkan. Bersama mitra, termasuk Pura Barutama dan PT Mars Akbar Mandiri, kami berharap program ini berjalan lancar dan memberi manfaat bagi anak-anak Indonesia," ujar Abdul Mu'ti dalam keterangan tertulis, dikutip, Minggu, 2 Agustus 2026.

Menurut Abdul Mu'ti, penyediaan buku bacaan berkualitas tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah. Pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam memperkaya bahan bacaan bagi peserta didik. Ia menilai kebiasaan membaca perlu terus dibangun karena pengetahuan tidak hanya diperoleh melalui pembelajaran di kelas.

Selain mendistribusikan buku cetak, Kemendikdasmen juga menyediakan akses buku digital melalui platform Rumah Pendidikan. Layanan tersebut memungkinkan guru dan murid mengunduh buku teks maupun nonteks secara gratis dalam bentuk digital, audio, dan video sehingga akses terhadap sumber belajar semakin luas.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria, mengapresiasi langkah Kemendikdasmen dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, termasuk melalui penyediaan buku berhuruf braille serta materi pembelajaran berbentuk audio dan video bagi anak berkebutuhan khusus.

"Upaya ini harus terus diperkuat sebagai bagian dari peningkatan mutu literasi nasional," ungkap Hariqo.

Hariqo juga mengajak seluruh pemangku kepentingan bergotong royong memperluas akses terhadap buku bacaan bermutu agar semakin banyak murid memiliki kemampuan membaca dan menulis yang baik.

Dukungan serupa disampaikan Direktur Utama PT Pura Barutama, Bambang Handoko. Ia menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung Gerakan Literasi Nasional 2026 sebagai upaya bersama menumbuhkan budaya membaca dan memperluas wawasan generasi muda.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, menjelaskan bahwa distribusi buku tahun ini menjangkau 510 kabupaten/kota di 38 provinsi. Penyaluran diprioritaskan bagi satuan pendidikan yang tingkat literasinya masih berada di bawah kompetensi minimum berdasarkan hasil Asesmen Nasional (AN).

Ia menambahkan, setiap paket buku yang dikirim ke sekolah telah dilengkapi pedoman pemanfaatan agar dapat digunakan secara optimal oleh guru, kepala sekolah, dan murid.

"Di dalam buku-buku yang dikirimkan, sudah dilengkapi dengan pedoman pemanfaatan buku tersebut, sehingga diharapkan nanti akan mempermudah para guru, kepala sekolah, dan murid untuk memanfaatkan buku-buku tersebut," ungkap Hafidz.

Hafidz berharap kolaborasi berbagai pihak dalam program ini mampu memperluas akses anak Indonesia terhadap bacaan berkualitas sehingga lahir generasi yang cerdas, kritis, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

"Langkah kita bersama ini menjadi pendorong agar buku bacaan bermutu yang didistribusikan bermanfaat dengan maksimal. Semoga yang kita lakukan dapat menghasilkan murid-murid yang cerdas, kritis, dan berkarakter guna mendukung kemajuan bangsa Indonesia,” tuturnya.(*)

Hide Ads Show Ads