Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Mengenal Waris Budaya Nusantara " Batik Gedog Tuban"

Karawang : Batik Gedog khas Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya berupa kain tradisional, tetapi juga menyimpan nilai-nilai kehidupan seperti kesabaran, ketekunan, dan penghargaan terhadap proses. Hal tersebut disampaikan penggiat literasi dan Batik Gedog, Muzdalifah.

Ilustrasi Kegiatab Membatik (Foto: Pixabay)
Ilustrasi Kegiatab Membatik (Foto: Pixabay)

Menurut Muzdalifah, Batik Gedog memiliki keunikan karena seluruh proses pembuatannya dilakukan secara panjang, mulai dari menanam kapas, memintal benang, menenun kain hingga membatik. Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk menghasilkan selembar kain.

"Di balik proses itu ada pendidikan karakter. Mulai dari memintal kapas menjadi benang mengajarkan ketekunan dan kesabaran. Saat mencanting juga mengajarkan kehati-hatian dalam mengambil keputusan, karena jika salah maka motif akan berubah," ujar Muzdalifah.

Ia menjelaskan, nama "Gedog" berasal dari bunyi alat tenun tradisional yang menghasilkan suara "dok-dok-dok" saat digunakan. Batik ini hanya diproduksi di Kecamatan Kerek, Tuban, dengan ciri khas kain tenun bertekstur tebal serta warna-warna alami yang dahulu berasal dari tumbuhan di sekitar lingkungan masyarakat.

Muzdalifah mengatakan Batik Gedog juga menjadi identitas perempuan Tuban. Tradisi membatik diwariskan secara turun-temurun, bahkan pada masa lalu perempuan yang hendak menikah diharapkan memiliki kemampuan menenun dan membatik sebagai bagian dari bekal kehidupan.

Menurutnya, masyarakat perlu melihat Batik Gedog bukan hanya dari keindahan motif atau nilai ekonominya, tetapi juga memahami makna yang terkandung dalam setiap proses pembuatannya. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk ditanamkan kepada generasi muda sebagai pembelajaran tentang pentingnya menghargai setiap proses kehidupan.

Meski demikian, pelestarian Batik Gedog masih menghadapi tantangan, terutama dalam regenerasi penenun. Banyak generasi muda memilih pekerjaan lain yang memberikan hasil lebih cepat, sementara proses menenun membutuhkan waktu panjang dan ketelatenan tinggi.

Karena itu, Muzdalifah mendorong kolaborasi antara pengrajin, pemerintah, akademisi, komunitas, dan masyarakat agar Batik Gedog tetap lestari. Selain menjaga teknik tradisional, inovasi pada desain dan pemanfaatan produk juga diperlukan tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas Batik Gedog.(*)

Hide Ads Show Ads