Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Jembatan Pasar Rumbio Mangkrak 8 Tahun, Pemprov Riau Turun Tangan

Kampar : Pembangunan Jembatan Pasar Rumbio–Pulau Payung di Kabupaten Kampar yang mangkrak selama delapan tahun kembali didorong untuk dilanjutkan. Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan tokoh masyarakat dan tokoh adat Kenegerian Rumbio bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau SF Hariyanto di Kantor Gubernur Riau, Senin, 28 September 2026.

Jembatan Pasar Rumbio Mangkrak 8 Tahun, Pemprov Riau Turun Tangan

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Tratak, Alam Panjang, dan Pulau Payung. Mereka menyampaikan pentingnya keberlanjutan pembangunan jembatan yang dinilai menjadi akses strategis bagi masyarakat di kawasan tersebut.

Tim Percepatan Pembangunan Kenegerian Rumbio, Muaslam, mengatakan keberadaan jembatan sangat dibutuhkan karena selama ini masyarakat masih mengandalkan jembatan gantung sebagai akses penghubung.

Menurut Muaslam, jembatan gantung tersebut hanya dapat dilalui kendaraan secara bergantian sehingga aktivitas masyarakat menjadi kurang efektif. Jika Jembatan Pasar Rumbio–Pulau Payung dapat diselesaikan, waktu tempuh masyarakat yang sebelumnya sekitar 25 menit diperkirakan dapat dipangkas menjadi hanya sekitar tiga menit.

“Jembatan ini menjadi akses penting bagi masyarakat. Kalau pembangunan dapat diselesaikan, waktu tempuh yang selama ini sekitar 25 menit bisa dipangkas menjadi sekitar tiga menit,” kata Muaslam.

Selain memperlancar mobilitas warga, keberadaan jembatan juga diharapkan dapat mendukung aktivitas perekonomian masyarakat, termasuk industri pandai besi yang berkembang di kawasan Rumbio.

Muaslam juga berharap pemerintah melakukan kajian teknis terhadap tiang jembatan yang telah dibangun. Kajian tersebut diperlukan untuk memastikan apakah konstruksi yang ada masih dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan pembangunan atau justru membutuhkan pembangunan dengan konstruksi baru.

“Kami berharap ada kajian terhadap tiang yang sudah dibangun, sehingga bisa diketahui apakah masih layak untuk dilanjutkan atau harus menggunakan konstruksi baru,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Bupati Kampar untuk mengetahui penyebab pembangunan jembatan tersebut terhenti selama bertahun-tahun.

SF Hariyanto juga menyatakan akan mendorong agar pembangunan Jembatan Pasar Rumbio–Pulau Payung dapat kembali dilanjutkan setelah diketahui kondisi dan permasalahan proyek tersebut.

“Kita akan segera berkoordinasi dengan Bupati Kampar untuk mengetahui apa penyebab pembangunan ini mangkrak. Setelah itu, kita akan melihat langkah yang bisa dilakukan agar pembangunannya dapat dilanjutkan,” kata SF Hariyanto.

Keberlanjutan pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat mempercepat konektivitas antarwilayah di Kenegerian Rumbio sekaligus memberikan dampak terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.(*)