KA Basoetta Dipangkas Jadi 52 Perjalanan, Berlaku Mulai Hari Ini
Jakarta: Penumpang kereta menuju Bandara Soekarno-Hatta harus memperhatikan perubahan jadwal perjalanan mulai Kamis, 10 September 2026.
KAI Commuter mengurangi frekuensi perjalanan Commuter Line Basoetta dari 70 menjadi 52 perjalanan setiap hari. Penyesuaian ini dilakukan sementara sebagai bagian dari pengaturan sarana KRL di sejumlah lintas Jabodetabek.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menjelaskan, rangkaian Commuter Line Basoetta turut digunakan untuk mendukung operasional sementara KRL lintas Tanjung Priok.
"Mulai Kamis, 10 September 2026, jadwal layanan perjalanan Commuter Line Basoetta dari 70 perjalanan menjadi 52 perjalanan," kata Karina, Kamis, 10 September 2026.
Dengan perubahan tersebut, calon penumpang disarankan mengecek kembali waktu keberangkatan sebelum menuju stasiun. Pembaruan jadwal dan pembelian tiket dapat dilakukan melalui aplikasi C-Access maupun Access by KAI.
Jadwal Baru Commuter Line Basoetta
Untuk perjalanan dari Manggarai menuju Bandara Soekarno-Hatta, keberangkatan tersedia pada pukul 05.30, 07.30, 09.30, 11.30, 13.30, 15.30, 17.30, 19.30, dan 21.30 WIB.
Sementara itu, perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Manggarai dijadwalkan pada pukul 06.27, 08.27, 10.27, 12.27, 14.27, 16.27, 18.27, 20.27, dan 22.27 WIB.
KAI Commuter menyebut perubahan tersebut tidak diikuti kenaikan tarif. Penyesuaian juga tidak berlaku pada jadwal operasional KRL lintas Tanjung Priok yang tetap berjalan normal.
Penumpang yang sudah memiliki tiket untuk perjalanan yang terkena perubahan jadwal tetap diberikan pilihan. Tiket dapat digunakan pada keberangkatan sebelum atau sesudah jadwal yang tertera.
Jika tidak dapat menggunakan pilihan tersebut, penumpang bisa mengajukan refund penuh melalui loket stasiun Commuter Line Basoetta.
Karina mengatakan perubahan pola perjalanan tersebut dilakukan setelah evaluasi operasional, terutama karena adanya perawatan sarana KRL.
"Langkah ini diambil berdasarkan hasil evaluasi penyesuaian operasional perjalanan imbas perawatan sarana KRL yang sedang berlangsung, guna mengoptimalkan jumlah perjalanan Commuter Line setiap harinya," ujarnya.
KAI Commuter meminta maaf kepada masyarakat yang terdampak perubahan sementara tersebut.
"Tentunya KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat penyesuaian sementara layanan perjalanan Commuter Line pada lintas pelayanan yang terdampak," tutur Karina.
KRL Bogor Mendapat Tambahan Perjalanan
Di tengah pengurangan perjalanan Basoetta, KAI Commuter justru menambah frekuensi perjalanan di lintas Bogor.
Sebanyak 13 perjalanan baru ditambahkan setelah sejumlah rangkaian yang sebelumnya digunakan pada lintas Tanjung Priok dialihkan untuk memperkuat layanan Commuter Line Bogor.
"Dengan pengoperasian rangkaian ini, jumlah perjalanan Commuter Line Bogor akan bertambah sebanyak 13 perjalanan," ungkap Karina.
Penambahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas angkut sekaligus mengantisipasi kepadatan penumpang di lintas Bogor.
KAI Commuter mencatat total perjalanan Commuter Line Jabodetabek mulai 10 September mencapai 1.061 perjalanan per hari. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode 7-9 September yang berada di level 1.048 perjalanan.
"Jadi mulai Kamis (10/9), perjalanan Commuter Line Bogor ditambahkan kembali sebanyak 13 perjalanan, sehingga total perjalanan Commuter Line Jabodetabek menjadi 1.061 perjalanan," kata Karina.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi terhadap kondisi di lapangan setelah sebelumnya terjadi penumpukan pengguna akibat pengurangan 17 perjalanan Commuter Line Bogor.
"Langkah ini diambil dengan melakukan pengaturan pola peredaran sarana Commuter Line di seluruh lintas layanan untuk mengoptimalkan jumlah jadwal perjalanan," pungkasnya.(*)
