Trump Klaim Putin Ingin Akhiri Perang Ukraina
Washington DC: Diplomasi Gedung Putih: Trump sebut Moskow dan Kyiv lelah berperang, sementara Kyiv isyaratkan perundingan trinasional bulan ini.
![]() |
| Presiden AS Donald Trump berbicara kepada para wartawan sebelum naik ke pesawat Air Force One di Pangkalan Bersama Andrews di Maryland pada 9 September 2026. (Foto: AFP) |
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menunjukkan keterbukaan untuk merundingkan penyelesaian damai guna mengakhiri perang di Ukraina.
Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Kremlin mengonfirmasi komunikasi telepon antara kedua pemimpin yang berlangsung secara mendalam dan konstruktif.
Dalam keterangan kepada awak media, Trump menilai momentum diplomasi mulai terbentuk seiring kejenuhan kedua belah pihak terhadap eskalasi militer yang berkepanjangan.
"Putin ingin membuat kesepakatan, dan jika Zelensky juga ingin membuat kesepakatan, itu akan sangat bagus. Saya tahu bagaimana mengelola kesepakatan, dan ini adalah dua pihak yang lelah berperang," ujar Trump kepada para wartawan Rabu 9 September 2026.
Komunikasi telepon berdurasi satu jam pada hari Selasa tersebut menyusul rangkaian lawatan delegasi negosiator Amerika Serikat, Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang akhir pekan lalu mengunjungi Moskow dan Kyiv secara terpisah guna menjajaki peluang dialog.
Evaluasi Kremlin dan Pembahasan Garis Depan
Asisten Kebijakan Luar Negeri Kremlin, Yuri Ushakov, menjelaskan bahwa pembicaraan antara Washington dan Moskow berjalan secara terbuka dan menyeluruh. Menurut Ushakov, Presiden Putin memaparkan analisis situasi di garis depan pertempuran secara objektif kepada pihak Amerika Serikat.
Dalam kesempatan yang sama, Moskow menegaskan tidak memiliki agenda ekspansif terhadap kawasan Eropa, sekaligus menyampaikan pandangan mengenai langkah-langkah realistis yang dapat diambil Washington untuk mempercepat penghentian konflik. Kendati demikian, Gedung Putih belum merilis transkrip resmi terkait detail percakapan telepon tersebut.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan optimisme bahwa delegasi dari Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat berpotensi menggelar pertemuan tatap muka pada bulan ini guna membahas format perdamaian. Namun, pihak Kremlin sebelumnya menyatakan bahwa pembicaraan mengenai lokasi maupun jadwal spesifik masih terlalu dini untuk ditentukan.(*)
