Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Soroti Fenomena Buzzer vs Jurnalistik: Pers Jangan Larut Pertarungan Opini
Bandung, Blitznews - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti perubahan ekosistem informasi yang kini tidak hanya diisi oleh produk jurnalistik, tetapi juga konten media sosial, influencer, hingga buzzer. Menurutnya, perkembangan tersebut membuat masyarakat menghadapi arus informasi yang semakin beragam dan rawan perang opini.(04//10/26)
Pesan tegas itu disampaikan KDM dalam acara pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2026–2031 di Bandung.
KDM mengatakan fenomena buzzer dapat membuat opini mendominasi ruang publik dan mengaburkan fakta. Di media sosial, opini yang diulang-ulang dengan masif sering kali dianggap sebagai kebenaran, padahal belum tentu terverifikasi.
"Karena itu, saya mengingatkan pers profesional agar tidak ikut larut dalam pertarungan opini," ujar KDM.
Menurutnya, pers harus tetap berada di jalurnya sebagai pilar keempat demokrasi dengan mengedepankan prinsip utama jurnalistik: fakta, verifikasi, independensi, dan objektivitas.
KDM menegaskan, di tengah banjir konten influencer dan buzzer yang sarat kepentingan, masyarakat justru semakin membutuhkan kehadiran pers yang jernih dan dapat dipercaya. Pers harus menjadi penjernih, bukan justru memperkeruh suasana dengan ikut menjadi bagian dari buzzer.
Sementara itu, Ketua PWI Jabar terlantik, Tantan Sulthon, juga menegaskan komitmennya. Ia menyebut sinergi dengan pemerintah tidak berarti menghilangkan independensi pers dan fungsi kontrol sosial.
Menurut Tantan, PWI Jabar akan tetap menjaga marwah pers sebagai mitra kritis pemerintah, bukan sebagai humas pemerintah. Kolaborasi dibangun untuk pembangunan Jawa Barat, namun kritik tetap harus disampaikan secara objektif dan berimbang.
Pelantikan pengurus PWI Jabar periode 2026-2031 ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat profesionalisme wartawan di tengah tantangan disrupsi informasi digital.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi soroti perang buzzer vs jurnalistik di medsos!
Kata KDM: Sekarang informasi bukan cuma dari wartawan, tapi juga influencer & buzzer. Opini yang diviralkan terus-menerus bisa dianggap fakta!
Pesan KDM buat PWI Jabar yang baru dilantik (2026-2031):
"Pers profesional jangan ikut larut jadi buzzer. Tetap fakta, verifikasi, independen & objektif!"
Ketua PWI Jabar Tantan Sulthon juga tegas: Sinergi dengan pemerintah YES, tapi independensi & kontrol sosial HARUS tetap jalan!
Setuju gak sama KDM Bos? Pers harus jadi penjernih, bukan perkeruh! 👇(*)
