Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Koleksi Waranggana: Batik Mega Mendung Dipadukan Siluet Baby Doll, Pita & Renda Jadi Busana Ready to Wear Eksklusif

Cirebon: Desainer asal Cirebon, Jawa Barat, Vera dan Arief Rachmanto, memperkenalkan *batik tulis bermotif Mega Mendung melalui koleksi busana bertajuk Waranggana* dalam ajang Jogja Fashion Rendezvous. Keduanya memadukan motif khas Cirebon tersebut dengan desain modern untuk memperluas pengenalan batik lokal kepada masyarakat.
Koleksi Waranggana: Batik Mega Mendung Dipadukan Siluet Baby Doll, Pita & Renda Jadi Busana Ready to Wear Eksklusif

Koleksi hasil kolaborasi Vera dan Arief itu mengusung *siluet baby doll dengan sentuhan pita dan renda.* Perpaduan elemen tersebut menghadirkan karakter busana yang modern, sekaligus mempertahankan batik tulis Mega Mendung sebagai unsur utama rancangan.

Vera mengatakan, keikutsertaannya dalam Jogja Fashion Rendezvous menjadi kesempatan untuk mengukur kreativitas sekaligus memperkenalkan batik khas Cirebon melalui pendekatan desain yang lebih modern.

"Yang jelas Mega Mendung temanya, kita bawa batik Mega Mendung. Aku kan collab sama Arief, jadi kita memadupadankan, tapi lebih ke siluetnya baby doll dan pita serta renda," ujar Vera, dikutip Minggu, 18 Oktober 2026.

Menurut dia, Mega Mendung masih menjadi salah satu motif batik Cirebon yang paling dikenal masyarakat. Namun, Cirebon memiliki beragam motif batik lain yang juga berpotensi dikembangkan menjadi koleksi busana.
Koleksi Waranggana: Batik Mega Mendung Dipadukan Siluet Baby Doll, Pita & Renda Jadi Busana Ready to Wear Eksklusif
Koleksi Waranggana: Batik Mega Mendung Dipadukan Siluet Baby Doll, Pita & Renda Jadi Busana Ready to Wear Eksklusif

Vera berharap, pengembangan koleksi berikutnya dapat memadukan motif Mega Mendung dengan motif khas Cirebon lainnya. Dengan demikian, kekayaan ragam batik daerah dapat semakin dikenal melalui industri fesyen.

Ready to Wear Tapi Eksklusif Pakai Batik Tulis

Sementara itu, Arief Rachmanto menilai keterlibatan desainer lokal menjadi bagian penting dalam upaya melestarikan batik Mega Mendung. Menurut dia, pelestarian warisan budaya tersebut perlu dimulai dari masyarakat Cirebon sendiri.

"Kalau kita sebagai warga Cirebon saja tidak bisa, jadi gimana nantinya kalau nggak kita juga yang melestarikan," kata Arief.

Arief menjelaskan, koleksi Waranggana dirancang sebagai *busana ready to wear atau siap pakai, tetapi tetap memiliki karakter eksklusif.* Penggunaan *batik tulis* menjadi salah satu ciri utama koleksi tersebut sekaligus membedakannya dari kain bermotif yang diproduksi menggunakan teknik cetak atau printing.

Melalui kolaborasi ini, Vera dan Arief berharap batik tulis Mega Mendung semakin diminati dan dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan. Mereka juga ingin menunjukkan bahwa motif tradisional dapat dikembangkan melalui rancangan kontemporer tanpa meninggalkan identitas budaya yang melekat padanya.

Keikutsertaan keduanya dalam Jogja Fashion Rendezvous menjadi salah satu upaya desainer Cirebon untuk membawa kekayaan motif lokal ke panggung mode yang lebih luas, sekaligus mendorong keberlanjutan batik sebagai warisan budaya Indonesia.

Motif Mega Mendung dengan gradasi awan berlapis khas pesisir Cirebon kini tampil lebih manis dengan sentuhan baby doll — cocok untuk anak muda yang ingin tampil tradisional tapi tetap kekinian.(*)