Panic Buying Pertalite di Garum Blitar: SPBU Agung Batasi Pembelian Rp50 Ribu Motor dan Rp200 Ribu Mobil, Stok 8.000 Liter Ludes Jam 10 Pagi
BLITAR, BlitzNews - Fenomena kepanikan massal atau panic buying Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite terjadi di wilayah Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir. Tingginya permintaan membuat stok BBM subsidi cepat habis dan memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.
Untuk mengantisipasi antrean yang mengular dan mencegah aksi penimbunan, salah satu SPBU setempat mengambil langkah tegas dengan memberlakukan pembatasan pembelian BBM bagi konsumen.
Pembatasan tersebut diterapkan di SPBU Agung yang berada di Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Selain membatasi jumlah pembelian, petugas juga melakukan rekayasa antrean guna menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
Aturan Pembatasan: Motor Rp50 Ribu, Mobil Rp200 Ribu
Kepala SPBU Bence, Yulianto, membenarkan adanya kebijakan tersebut. Ia merinci, pembelian Pertalite untuk kendaraan roda dua dibatasi maksimal Rp50 ribu per hari. Sementara untuk kendaraan roda empat dibatasi maksimal Rp200 ribu per hari.
"Fenomena kepanikan massal pembelian BBM jenis Pertalite ini sudah berlangsung beberapa hari. Untuk kendaraan roda dua dibatasi maksimal Rp50 ribu per hari. Batas maksimal ini diberlakukan dengan mempertimbangkan bahwa bensin sebanyak lima liter rata-rata mampu mencapai jarak hingga 100 kilometer," ujar Yulianto, dikutip Kamis, 15 Oktober 2026.
Menurut Yulianto, kebijakan ini bersifat sementara hingga kondisi antrean kembali normal. Pembatasan dilakukan agar penyaluran BBM bersubsidi dapat lebih merata dan meminimalkan potensi penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Stok 8.000 Liter Ludes Pukul 10.00 WIB
Meski pembelian dibatasi, Yulianto menyebut pasokan Pertalite yang diterima SPBU masih berada di angka sekitar 8.000 liter setiap hari. Namun, tingginya permintaan membuat stok tersebut tidak bertahan lama.
"Pasokan setiap hari 8.000 liter, tapi sekitar pukul 10.00 WIB sudah habis. Jadi, menunggu kiriman pasokan lagi," ungkapnya.
Yulianto mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab meningkatnya permintaan Pertalite hingga memicu kondisi panic buying tersebut. Menurutnya, ketersediaan BBM di SPBU sepenuhnya bergantung pada jumlah pasokan yang diterima dari proses distribusi Pertamina.
Sementara itu, untuk jenis BBM lainnya seperti Pertamax, Pertamax Dex, dan Solar, Yulianto memastikan stok masih dalam kondisi aman dan tidak mengalami lonjakan permintaan signifikan.
Pembatasan pembelian Pertalite ini diharapkan dapat menjaga pemerataan distribusi BBM bersubsidi sekaligus mengendalikan antrean kendaraan di SPBU. Kebijakan tersebut akan diberlakukan sementara hingga situasi kembali kondusif.(*)
