Pengakuan Jujur Kania di Karawang: Aku Istri Ketiga yang Hancurkan Rumah Tanggaku Sendiri Karena Cemburu Buta
KARAWANG, Blitznews - Seorang wanita dengan nama samaran Kania (45) asal Karawang memberanikan diri membagikan kisah pilu perjalanan rumah tangganya. Pengakuan jujurnya ini ia tulis dengan harapan bisa menjadi pelajaran bagi wanita lain dan permohonan maaf untuk mantan suaminya.
Kania mengaku sudah menikah sebanyak 3 kali.
Pernikahan pertama dengan pria berinisial R terjadi saat ia masih sangat muda. Karena cinta yang begitu besar, ia memaksa restu kedua orang tuanya. Dari pernikahan itu, ia dikaruniai dua orang anak, perempuan dan laki-laki.
Namun di usia 35 tahun, rumah tangga itu kandas. Sang suami disebut tidak mau berusaha dan hanya mengandalkan orang tuanya. Kania pun pulang ke rumah orang tuanya di kampung dengan membawa kedua anaknya.
Demi menghidupi anak, Kania merantau ke Kota Karawang untuk bekerja.
"Untuk menghidupi kedua anak karena bapaknya tidak kasih nafkah, aku kerja di Kota Karawang," tulis Kania.
Di Karawang, ia bertemu seorang pengusaha dan dijadikan istri kedua. Namun rumah tangga itu tidak bertahan lama setelah dilabrak istri pertama suaminya. Mereka berpisah baik-baik. Tak lama kemudian, mantan suami keduanya itu meninggal dunia.
Di usia 40 tahun, Kania kembali bertemu dengan seorang pria yang lebih tua darinya. Karena kebaikannya, pria itu menikahinya sebagai istri ketiga.
Hidup Kania sempat normal dan bahagia. Kedua anaknya dari suami pertama terurus sekolah hingga kuliah. Ia merasa sangat disayang dan dimanjakan. Bahkan, ia meminta sebuah rumah di kota dan langsung diberikan oleh suaminya.
Namun, di tengah kebahagiaan itu, Kania hilaf.
Ia termakan gosip dan pengaruh orang bahwa suaminya main perempuan dengan seorang artis organ tunggal.
"Karena takut kehilangan, aku tanpa pikir panjang lagi. Aku lupa siapa aku. Aku malah lapor ke istri pertama dan kedua suamiku. Bahkan perempuan organ itu pun aku labrak habis," akunya.
Ternyata, jawaban yang ia dapat di luar dugaan.
Kedua istri suaminya tidak marah kepadanya, justru berkata: "Jangan bilang orang lain pelakor. Anda sendiri pelakunya. Kami tahu perempuan itu memang dekat dengan suami kami tapi hanya mitra kerja saat event perusahaan butuh hiburan."
Perempuan organ yang dilabraknya pun memberikan keterangan yang sama.
"Kedua istri dari suamiku malah saling kenal lebih baik dari aku," tulis Kania dengan rasa malu.
Suaminya yang mengetahui kelakuan Kania hanya diam dan berkata satu kalimat: "Kita sudah tidak cocok."
Seminggu kemudian, via telepon, Kania diceraikan.
"Sampai saat ini dia baik padaku. Jika aku chat masih jawab normal, malah jika aku minta uang masih dikasih dan katanya bantu ala kadarnya," lanjut Kania.
Kania mengaku sangat menyesal telah merusak nama baik suami dan mengganggu rumah tangga utama suaminya. Padahal, dua hari sebelum kejadian, mereka baru bertemu di rumah yang diberikan suaminya itu.
Kini di usia 45 tahun, Kania hidup bertahan dengan usaha kecil-kecilan. Anak-anaknya sudah dewasa.
Ia bersumpah tidak akan menikah lagi, kecuali dengan mantan suami ketiganya itu.
"Aku Kania wanita bodoh tidak tahu hormat dan menghargai cinta tulus seorang pria. Semoga dia membaca kejujuranku dan mau memaafkan kehilafanku yang fitnah dia berselingkuh," tutupnya.
Pelajaran dari kisah Kania: Cemburu buta dan termakan gosip pihak ketiga bisa menghancurkan kebahagiaan yang sudah susah payah dibangun. Komunikasi dengan suami adalah kunci, bukan melabrak.(*)
