Viral di Karawang, Pedagang Bubur Ayam Diusir dari Lapak Kosong yang Diizinkan Pengelola
KARAWANG – Persoalan lapak pedagang di kawasan Stadion Singaperbangsa Karawang menjadi sorotan setelah seorang pedagang bubur ayam mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pedagang lain.
Pedagang yang baru sekitar 14 hari menjalankan usahanya itu mengaku mendapat teguran hingga ancaman agar tidak berjualan di lokasi yang ditempatinya.
Kisah tersebut dibagikan melalui akun Instagram @karawang_kekinian. Berdasarkan pengakuannya, persoalan bermula ketika lapak yang biasa digunakannya harus dikosongkan sementara karena adanya kegiatan Long Run di kawasan stadion.
Pihak pengelola stadion kemudian mempersilakannya mencari tempat kosong untuk berjualan selama kegiatan berlangsung.
Pada Sabtu (7/11/2026), ia memilih sebuah area kosong yang berjarak sekitar 50–100 meter dari pedagang bubur ayam lainnya.
Awalnya, aktivitas jual beli berlangsung normal. Namun, situasi berubah ketika dagangannya mulai ramai pembeli. Ia mengaku didatangi seorang pedagang lain yang mempersoalkan keberadaannya di lokasi tersebut.
Pria yang mendatanginya itu disebut mengaku sudah sekitar 15 tahun berjualan di kawasan Stadion Singaperbangsa.
Persoalan rupanya belum selesai. Pada Minggu (8/11/2026) pagi, saat pedagang bubur ayam tersebut baru tiba dan hendak menurunkan meja dari sepeda motornya, ia kembali didatangi.
Kali ini, ia mengaku mendapat ancaman agar segera pindah dari lokasi tersebut.
Bahkan, menurut pengakuannya, pria tersebut melontarkan kalimat, “Kalau nggak mau pindah, saya tebalikin dagangan kamu.”
Pengalaman itu membuat pedagang bubur ayam tersebut mempertanyakan bagaimana sebenarnya aturan penggunaan area berjualan di kawasan Stadion Singaperbangsa.
Apalagi, ia mengaku hanya berusaha mencari penghasilan dengan memanfaatkan area kosong yang sebelumnya diperbolehkan untuk ditempati sementara.(*)
Baca Juga:

Posting Komentar