Danantara Mulai Enam Proyek Hilirisasi, Intip Daftarnya
Jakarta: Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia memulai pembangunan enam proyek hilirisasi secara serentak. Nilai investasi proyek tersebut adalah sekitar USD7 miliar, atau sekitar Rp110 triliun.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menjelaskan, peresmian ini menandai dimulainya fase pertama proyek prioritas hilirisasi. Proyek tersebut dikelola secara terintegrasi.
“Bapak Presiden menekankan percepatan proyek-proyek hilirisasi yang berdampak langsung bagi ekonomi dan masyarakat. Proyek tersebut diharapkan memberi manfaat nyata,” kata Rosan, Jumat, 6 Februari 2026.
Ia menjelaskan, proyek-proyek ini tersebar di sejumlah daerah dan mencakup sektor energi, mineral, serta agroindustri. Sektor tersebut menjadi fokus transformasi ekonomi nasional.
"Pemerintah menargetkan program ini memperkuat sektor riil dan meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri. Program ini juga membuka lapangan kerja baru," ujarnya
Melalui proyek-proyek ini, pemerintah ingin memastikan rantai pasok dalam negeri lebih efisien. Pemerintah juga ingin tidak lagi bergantung pada bahan baku impor.
Kontribusi Investasi Terus Meningkat
Rosan mengungkapkan kontribusi investasi dari sektor hilirisasi terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, sektor ini menyumbang sekitar 30 persen dari total investasi masuk ke Indonesia.
“Pada tahun 2025, proyek hilirisasi menyumbang sekitar 30 persen dari total investasi nasional. Investasi tersebut berasal dari dalam dan luar negeri yang nilainya mencapai sekitar Rp584,1 triliun,” ujarnya.
Ia menambahkan, angka tersebut meningkat sekitar 43,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah berharap hilirisasi tidak hanya terpusat di kawasan timur Indonesia tetapi juga merata ke berbagai daerah.
Daftar Proyek yang Diresmikan
1. Fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit, alumina, dan alumunium di Mempawah, Kalimantan Barat. Pemilik proyek adalah MIND ID.
2. Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) 2 di Mempawah, Kalimantan Barat. Pemilik proyek adalah MIND ID.
3. Pabrik bioethanol Glenmore fase 1 di Banyuwangi, Jawa Timur. Pemilik proyek adalah PTPN dan Pertamina.
4. Pabrik biorefinery (bioavtur) di Cilacap, Jawa Tengah. Pemilik proyek adalah Pertamina.
5. Proyek peternakan unggas terintegrasi di Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemilik proyek adalah ID FOOD.
6. Pabrik garam di Sampang-Madura, Manyar-Gresik, dan Segoromadu 2-Gresik. Pemilik proyek adalah PT Garam (ID FOOD).(*)

