Akibat Perang, Harganya Meledak, Cathay Pacific Jual Tiket Sydney-London Rp400 Juta
Sydney, Australia : Konflik Timur Tengah Paksa Penumpang Cari Rute Alternatif Non-Stop Teluk
![]() |
| Cathay tidak lagi memiliki kursi kelas ekonomi yang tersedia untuk dipesan , namun tarif untuk kursi termurah sekitar £1.800 (sekitar Rp36 juta). (Foto: The Guardian/Loren Elliott) |
Maskapai penerbangan yang berbasis di Hong Kong, Cathay Pacific, menawarkan tiket rute Sydney ke London dengan harga fantastis mencapai lebih dari £20.000 atau sekitar Rp400 juta untuk keberangkatan April mendatang.
Kenaikan drastis ini terjadi di tengah lonjakan permintaan penumpang yang berupaya menghindari transit di wilayah Timur Tengah akibat gangguan ruang udara.
Berdasarkan pantauan harga, tiket kelas bisnis pulang-pergi untuk jadwal pertengahan April tersebut tercatat senilai A$39.577.
Angka ini jauh melampaui tarif normal, bahkan melampaui harga standar untuk kabin kelas satu (first class) pada periode biasa.
Kondisi ini dipicu oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang memaksa penutupan ruang udara kritis dan bandara penghubung (hub) utama di Timur Tengah.
Selama ini, sebagian besar arus lalu lintas udara rute Inggris-Australia mengandalkan transit di negara-negara Teluk melalui maskapai seperti Emirates, Etihad, dan Qatar Airways.
Meskipun tiga maskapai besar tersebut telah mulai mengoperasikan kembali jadwal terbatas, ratusan ribu pelancong masih menghadapi ketidakpastian setelah penutupan ruang udara parsial maupun total selama sepuluh hari terakhir di sekitar wilayah Iran.
Akibatnya, kapasitas pada rute alternatif melalui Singapura, Hong Kong, dan Malaysia menjadi sangat terbatas.
Analis penerbangan, Andrew Charlton kepada The Guardain, menyatakan bahwa fenomena lonjakan harga ini merupakan dampak langsung dari keterbatasan opsi jalur aman.
"Saya belum pernah melihat tarif mencapai level setinggi ini sebelumnya. Maskapai di Asia mulai menaikkan harga pada berbagai rute ke Eropa, termasuk dari Filipina dan Jepang," ujar Charlton.
Ia juga menambahkan bahwa penutupan ruang udara Rusia sebelumnya telah membuat rute Asia menjadi lebih menantang. Maskapai kini harus memilih antara memutar ke selatan melewati wilayah Timur Tengah yang tidak menentu, atau melakukan perjalanan jauh ke arah timur laut melalui Alaska dan Arktik untuk mencapai London.
Menariknya, harga tiket kelas ekonomi melalui jalur Teluk sebenarnya masih tersedia di kisaran £1.100 (sekitar Rp22 juta). Namun, para pelancong cenderung ragu melakukan pemesanan karena risiko pembatalan yang tinggi di tengah situasi perang yang masih berlangsung.
Sebagai perbandingan, pada musim sibuk seperti April, tarif kelas bisnis rute Inggris-Australia biasanya berkisar antara £3.000 hingga £4.000 (Rp60-80 juta). Sementara itu, kelas ekonomi biasanya dibanderol mulai dari £800 (Rp16 juta).
Tingginya harga A$39.577 yang ditawarkan Cathay Pacific saat ini bahkan mencakup skema mixed cabin, di mana penumpang mungkin mendapatkan kelas satu pada beberapa rute, namun harus berada di kelas ekonomi untuk penerbangan jarak pendek domestik Australia.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Cathay Pacific belum memberikan komentar resmi terkait kebijakan tarif darurat tersebut.(*)

