Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Gempa Kuat di Kumamoto Jepang, Dua Tewas, Ratusan Terluka

Kyushu, Jepang; Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Jepang Selatan, Korban Terjebak di Mal
Mall yang rusak akibat gempa bumi di Kashima selasa 28 Juli 2026. (Foto: Kyodo News via AP)
Mall yang rusak akibat gempa bumi di Kashima selasa 28 Juli 2026. (Foto: Kyodo News via AP)

Wilayah Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang bagian selatan, diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 pada Selasa 28 Juli 2026 sore waktu setempat. Bencana alam ini memicu kerusakan infrastruktur yang masif, pemadaman listrik, serta jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

Pemerintah Prefektur Kumamoto melaporkan sedikitnya dua orang dinyatakan tewas dan lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka akibat guncangan tersebut. Proses evakuasi intensif terus dilakukan oleh tim penyelamat menyusul laporan sejumlah warga yang masih terjebak di dalam pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto.

Berdasarkan keterangan resmi dari pemerintah prefektur, petugas gabungan berhasil mengevakuasi delapan orang dari dalam area mal yang mengalami kerusakan parah pada struktur bangunannya.

Dua wanita berusia 20-an tahun dipastikan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya dilaporkan berada dalam kondisi henti jantung. Lima korban selamat lainnya mengalami luka-luka, meski otoritas setempat memastikan kondisi mereka tidak mengancam jiwa.

Sebelumnya, pihak pemadam kebakaran mendeteksi adanya ledakan di dalam kompleks mal tidak lama setelah gempa utama terjadi. Seorang pejabat pemerintah mengungkapkan bahwa dugaan sementara mengarah pada kebocoran gas, kendati investigasi mendalam masih berlangsung untuk memastikan penyebab pastinya.
(Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, berbicara kepada media di kediaman resminya di Tokyo usai Gempa (Foto: Kyodo/Reuters))
(Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, berbicara kepada media di kediaman resminya di Tokyo usai Gempa (Foto: Kyodo/Reuters))

Rekaman visual di lokasi kejadian menunjukkan sisi bangunan mal terbesar di prefektur tersebut yang menaungi sekitar 200 toko runtuh dan merusak bagian struktur baja, serta menyebarkan reruntuhan ke area parkir di sekitarnya.

Menanggapi situasi darurat ini, Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menegaskan bahwa jajaran pemerintah pusat dan daerah masih memfokuskan upaya pada mitigasi serta asesmen kerusakan secara menyeluruh di wilayah yang sempat dihantam gempa mematikan satu dekade silam.

"Kami telah menerima informasi mengenai adanya korban luka, pemadaman listrik, serta kebakaran di beberapa wilayah. Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur jalan, jembatan, serta keruntuhan bangunan," ujar Takaichi dalam keterangannya kepada awak media. "Saya meminta seluruh masyarakat untuk mengambil langkah perlindungan diri, termasuk melakukan evakuasi ke lokasi yang aman." Kutip The Guardian Rabu 29 Juli 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Jepang mencatat sekitar 300.000 warga telah diinstruksikan untuk segera mengungsi ke pusat-pusat evakuasi terdekat. Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperingatkan bahwa daerah dengan intensitas guncangan tertinggi masih berpotensi menghadapi ancaman gempa susulan yang kuat serta risiko tanah longsor selama sepekan ke depan, mengingat karakteristik gempa dangkal ini memicu aktivitas seismik yang masif.

Hingga saat ini Rabu 29 Juli 2026, lebih dari 60 kali gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 1 hingga 4 telah tercatat oleh instansi terkait. Peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan beberapa saat setelah gempa utama terjadi akhirnya dicabut dalam kurun waktu dua jam.

Dampak kerusakan juga dirasakan di berbagai sektor pelayanan publik. Kantor berita Kyodo melaporkan satu korban jiwa akibat runtuhnya sebuah rumah di wilayah barat daya Jepang. Sementara itu, lembaga penyiaran publik NHK menyampaikan bahwa dua rumah sakit di wilayah terdampak masing-masing menerima lebih dari 50 pasien korban luka, di antaranya 10 orang dalam kondisi serius.

"Banyak warga datang dengan luka bakar serta patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan, sementara kendaraan ambulans terus-menerus datang membawa korban," ungkap seorang petugas rumah sakit yang dikutip oleh NHK. "Di dalam area rumah sakit sendiri, terjadi kebocoran air dan kegagalan pada sistem kelistrikan."

Laporan dari media lokal turut menyebutkan adanya korban luka di antara penumpang kereta kecepatan tinggi, serta laporan warga yang hilang menyusul robohnya cerobong asap di pabrik Nippon Paper Industries. Perdana Menteri Takaichi berjanji bahwa tim darurat akan bekerja secara maksimal sepanjang malam guna memprioritaskan operasi penyelamatan korban terdampak.

Rekaman udara dan darurat dari NHK memperlihatkan sejumlah bangunan lain terbakar atau mengalami setengah keruntuhan, disertai retakan besar pada jalur jalan raya utama dan jalan tol layang.

Sejumlah perusahaan teknologi multinasional, seperti produsen cip terbesar dunia TSMC, Sony, serta Fujifilm, langsung mengambil langkah darurat dengan mengevakuasi para pekerja dari fasilitas pabrik mereka di kawasan tersebut.

Chiharu Hara, seorang agen rekrutmen berusia 35 tahun yang berada di Kumamoto, menuturkan kepada kantor berita AFP mengenai kepanikan yang dirasakan saat gempa terjadi. "Kantor berguncang sangat keras ke kiri dan ke kanan. Saya takut bangunan itu akan runtuh. Semua orang panik," kata Hara.

Pusat gempa tercatat berada sekitar 12 mil atau 20 kilometer di sebelah selatan Kota Kumamoto, yang merupakan kota terbesar di bagian tengah Pulau Kyushu dengan populasi sekitar 700.000 jiwa. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) awalnya mencatat magnitudo gempa pada angka 7,1 sebelum kemudian direvisi menjadi 6,8.

Sementara itu, JMA mencatat gempa utama terjadi pada pukul 16.27 waktu setempat dengan skala intensitas tertinggi mencapai level 7 pada skala Shindo Jepang, disusul gempa susulan magnitudo 6,1 pada pukul 17.08 waktu setempat.

Jepang yang berada di jalur Cincin Api Pasifik dikenal sebagai salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia, di mana gempa bumi dengan magnitudo 6 atau lebih menyumbang sekitar 20 persen dari total kejadian global. Bencana gempa bumi besar di Kumamoto yang terjadi 10 tahun lalu sebelumnya merenggut nyawa 275 orang dan melukai 2.739 lainnya, serta merusak ribuan bangunan termasuk situs bersejarah Istana Kumamoto, yang sebagian dinding batunya kembali terdampak dalam gempa terbaru ini.

Di sektor utilitas dan transportasi, Kyushu Electric Power melaporkan 48.000 rumah mengalami pemadaman listrik, sementara perusahaan kereta api JR Kyushu menangguhkan seluruh operasional termasuk layanan kereta cepat bullet train. Bandara Kumamoto juga menutup landasan pacunya menyusul pengalihan dan pembatalan sejumlah penerbangan komersial.

Operator telekomunikasi KDDI dan NTT Docomo mengonfirmasi adanya gangguan pada layanan telepon seluler akibat krisis pasokan listrik dan kerusakan jalur transmisi. Kendati demikian, Otoritas Regulasi Nuklir Jepang memastikan tidak ada kerusakan yang dilaporkan pada pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah tersebut.

Sebagai bagian dari penanganan darurat, Kementerian Pertahanan Jepang mengerahkan 3.600 personel militer untuk operasi bantuan bencana serta menerjunkan 20 pesawat guna memetakan tingkat kerusakan dari udara.

Peristiwa ini kembali mengingatkan publik Jepang pada tragedi gempa bawah laut magnitudo 9,0 pada tahun 2011 silam, yang memicu tsunami mematikan dan menewaskan atau menghilangkan sekitar 18.500 jiwa serta merusak pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima.(*)