Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Damkar Cimahi Bergerak Cepat, 10 Warga Selamat dari Kebakaran di Cigugur tengah

Cimahi : Sebanyak 10 jiwa berhasil diselamatkan dalam kebakaran rumah tinggal di RT 06/RW 10, Kelurahan Cigugur Tengah, Kota Cimahi, Sabtu 26 September 2026. Respons cepat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi membuat kobaran api dapat dikendalikan sebelum merambat lebih luas.
Proses pemadaman api yang membakar rumah di Cigugur tengah oleh Damkar Cimahi (Foto: Damkar Cimahi)

Laporan kebakaran diterima jajaran Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi sekitar pukul 14.36 WIB. Lima menit kemudian, tiga unit mobil pancar dan satu unit rescue yang membawa delapan personel tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengatakan kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Rumah yang terbakar diketahui merupakan milik warga bernama Ibu Ai.

“Api pertama kali terlihat dari bagian plafon lantai satu sebelum kemudian membesar dan merambat ke lantai dua.” ujar Aep saat dikonfirmasi.

Berdasarkan keterangan pemilik rumah, kemunculan api diketahui dari bagian plafon lantai satu. Kondisi tersebut membuat petugas harus bergerak cepat untuk mengantisipasi kobaran api menjalar ke bagian bangunan lainnya.

Petugas Damkar langsung melakukan pemadaman dan pendinginan pada titik-titik yang terdampak api. Dari luas keseluruhan bangunan sekitar 48 meter persegi, area yang mengalami kerusakan akibat kebakaran diperkirakan mencapai 16 meter persegi.

Dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik. Meski api sempat membesar dan merambat ke lantai dua, tidak ada korban luka maupun korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 15.25 WIB. Setelah api dinyatakan berhasil dikendalikan, petugas melakukan overhaul serta pendataan sebelum seluruh personel meninggalkan lokasi pada pukul 15.40 WIB.

Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp50 juta, terdiri atas sekitar Rp25 juta untuk kerusakan bangunan dan Rp25 juta untuk barang atau isi rumah.

Sementara itu, nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp350 juta, masing-masing Rp175 juta untuk bangunan dan Rp175 juta untuk barang.

Aep menyebut keselamatan penghuni menjadi perhatian utama dalam penanganan kebakaran tersebut. Sebanyak 10 jiwa berhasil diselamatkan sehingga tidak sampai menjadi korban dalam kejadian yang diduga dipicu gangguan kelistrikan itu.

“Kecepatan petugas tiba di lokasi menjadi bagian penting dalam mengendalikan api agar tidak meluas.” katanya.

Peristiwa kebakaran di Cigugur Tengah tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik di rumah. Pemeriksaan kabel, sambungan listrik, stop kontak, dan berbagai perangkat kelistrikan perlu dilakukan secara berkala untuk mengurangi risiko terjadinya korsleting dan kebakaran.(*)