Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Guru Di Garut Dukung Polisi Tertibkan Knalpot Brong di Kalangan Pelajar

Garut : Upaya kepolisian menertibkan penggunaan knalpot brong atau knalpot yang tidak sesuai standar mendapat dukungan dari kalangan guru dan tenaga pengajar tingkat SLTA sederajat di Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut.
Guru Di Garut Dukung Polisi Tertibkan Knalpot Brong di Kalangan Pelajar

Para tenaga pengajar menilai langkah kepolisian yang menyasar penggunaan knalpot tidak berstandar di kalangan pelajar penting dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Givi, salah seorang tenaga pengajar di SMA Bungbulang Garut, mengapresiasi langkah kepolisian dalam melakukan penertiban terhadap kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai standar.

“Kami mengapresiasi langkah kepolisian dalam melakukan penertiban knalpot tidak berstandar,” kata Givi, Sabtu, 5 September 2026.

Menurutnya, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi dapat menimbulkan kebisingan dan mengganggu kenyamanan masyarakat. Karena itu, kegiatan penertiban dinilai perlu dibarengi dengan edukasi kepada para pelajar.

“Kami mendukung program ini karena penggunaan knalpot tidak sesuai spek sangat mengganggu kenyamanan dan ketertiban. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sekaligus memberikan edukasi kepada para pelajar agar lebih tertib dan disiplin dalam menggunakan kendaraan bermotor,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Bungbulang Iptu Giyono mengatakan, kegiatan razia tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sekaligus meningkatkan kesadaran pengguna kendaraan agar mematuhi ketentuan lalu lintas.

“Penertiban ini merupakan langkah preventif untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Kami mengimbau para pengguna kendaraan agar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan dan dapat mengganggu kenyamanan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Iptu Giyono, penertiban tidak hanya berorientasi pada tindakan, tetapi juga menjadi sarana memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya pelajar, mengenai pentingnya tertib berlalu lintas.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan meningkatkan kesadaran dalam berlalu lintas.

“Sinergi antara kami dari kepolisian, pihak sekolah, orang tua dan masyarakat dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif,” tuturnya.

Dukungan dari kalangan tenaga pengajar diharapkan dapat memperkuat upaya kepolisian dalam mencegah penggunaan knalpot brong di kalangan pelajar. Kolaborasi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membentuk budaya tertib berlalu lintas sejak dini.(*)

Hide Ads Show Ads