Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Menag Ungkap Fakta Mencengangkan! Kesadaran Syariah Naik, Tapi Literasi Zakat Masih Fokus ke Uang Saja

JAKARTA,BlitzNews.my.id ;Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti literasi zakat dan kesadaran ekonomi syariah umat Islam di Indonesia yang masih perlu digenjot.

Menag Nasaruddin Umar buka-bukaan! Kesadaran ekonomi syariah naik jadi 7,5%, tapi literasi zakat masih lemah. Katanya jangan cuma fokus zakat uang! BAZNAS target Rp70 Triliun tahun depan

Hal itu disampaikan Menag saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Menag mengungkapkan ada tren positif. Kesadaran masyarakat terhadap ekonomi syariah naik dari hanya 5 persen dua tahun lalu, menjadi 7,5 persen di tahun 2026.

"Memang sudah saatnya kita apresiasi, ada kecenderungan masyarakat meningkatkan kesadaran bersyariah," ujar Nasaruddin.

Namun, di balik kenaikan itu, literasi zakat masih sempit. Menurutnya, masyarakat masih terpaku pada zakat uang dan zakat mal, padahal objek zakat lain masih sangat luas potensinya.

"Mungkin literasi zakat kita masih hanya terfokus pada zakat uang, zakat mal, padahal kita masih banyak objek yang lain," jelasnya.

Menag pun mengimbau para muzaki dan wakif untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan berzakat dan berwakaf selagi sehat.

"Jangan sia-siakan kesempatan. Mumpung masih hidup dan sehat, mari membangun akhirat kita dengan disiplin menggunakan potensi untuk kemaslahatan umat," imbuhnya.

BAZNAS Target Rp70 Triliun di 2027

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyebut pihaknya akan fokus pada pendayagunaan zakat yang produktif, bukan hanya konsumtif.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid

BAZNAS merumuskan Asta Stratas 2026-2031 dengan 8 strategi prioritas, mulai dari digitalisasi, penguatan amil, hingga perluasan jaringan UPZ di tingkat desa.

Targetnya ambisius: pengumpulan zakat, infak, sedekah (ZIS) sebesar Rp70 triliun pada 2027, naik dari Rp66 triliun tahun sebelumnya.

Untuk mencapai itu, BAZNAS menyiapkan 13 program prioritas, seperti BAZNAS Siaga Kemiskinan, Beasiswa Cendekia, Rumah Sehat, Rumah Layak Huni, Lumbung Pangan, hingga Bank Sampah BAZNAS.

Rakornas tahun ini diikuti 1.300 peserta dari 34 BAZNAS provinsi dan 308 BAZNAS kabupaten/kota.(*)