Menghadapi 13 Ribu PHK, Disnaker Jabar Andalkan Pelatihan MTU dan Aplikasi Nyari Gawe
BANDUNG, - Menghadapi tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK), Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak hanya mengandalkan penyediaan lowongan pekerjaan. Peningkatan keterampilan dan pelatihan kewirausahaan juga didorong agar masyarakat memiliki pilihan untuk kembali bekerja maupun membangun usaha sendiri.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat, *I Gusti Agung Kim Fajar*, menyampaikan bahwa pemerintah menyediakan berbagai pelatihan kejuruan melalui Mobile Training Unit (MTU).
Jenis keterampilan yang ditawarkan cukup lengkap dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Mulai dari otomotif, menjahit, barista, pengelasan, manufaktur, operator forklift, hingga pembuatan konten digital.
"Pilihan keterampilan tersebut dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk meningkatkan daya saing, terutama bagi pekerja yang terdampak PHK dan sedang berusaha memasuki dunia kerja kembali," ujar Kim Fajar.
Selain pelatihan, Pemprov Jabar memperluas akses informasi lowongan melalui aplikasi *Nyari Gawe. Hingga 9 Oktober 2026, platform itu mencatat 24.085 lowongan kerja dari 714 perusahaan dan 1.209 pelamar telah diterima bekerja.
Tak kalah menarik, Pemerintah juga menggelar Bursa Kerja Online melalui akun TikTok @dedimulyadiofficial. Program yang digagas Gubernur Dedi Mulyadi tersebut telah menyediakan 5.768 lowongan pekerjaan dengan melibatkan 89 perusahaan dalam empat edisi pelaksanaan.
Data Disnakertrans Jabar mencatat, sepanjang Januari hingga September 2026, Jawa Barat mencatat 13.044 pekerja terkena PHK.
Di tengah kondisi tersebut, peningkatan keterampilan dan akses informasi kerja menjadi bagian penting dari upaya membantu masyarakat kembali memperoleh penghasilan. Pelatihan kewirausahaan juga diharapkan membuka alternatif bagi warga yang ingin merintis usaha mandiri.(*)
