Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

IndieWire Soroti Pengabdi Setan hingga Siksa Kubur, Joko Anwar Disebut Bikin Keluarga Terasa Seperti Perjanjian dengan Iblis

JAKARTA – Joko Anwar masuk daftar 50 sutradara film horor terbaik sepanjang masa versi media perfilman Amerika Serikat, IndieWire. Pengakuan diberikan atas pendekatan horor yang tidak hanya mengandalkan teror, tetapi juga persoalan keluarga dan sosial.
Joko Anwar Masuk Daftar 50 Sutradara Horor Terbaik Sepanjang Masa Versi IndieWire

IndieWire menyoroti kemampuan Joko membangun ketakutan melalui ikatan keluarga dan persoalan yang melekat di masyarakat. Karyanya digambarkan sebagai horor yang membuat hubungan keluarga terasa seperti perjanjian dengan iblis.

Media itu secara khusus menyinggung Pengabdi Setan (Satan's Slaves) dan Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore). Kedua film dinilai menghadirkan teror dari persoalan kehilangan, keluarga, hingga kepulangan yang justru membawa ancaman.

Ulasan juga menyoroti sosok supernatural dalam film Joko yang hadir bersama persoalan sosial, seperti kemiskinan, kewajiban, otoritas agama, serta keputusan manusia ketika terancam.

Film Siksa Kubur (Grave Torture) yang rilis 2024 turut mendapat perhatian. IndieWire menilai film tersebut membawa eksplorasi Joko terhadap persoalan keyakinan ke ruang yang makin mencekam.

Selain membangun suasana horor yang melibatkan banyak orang, Joko dinilai mampu menghadirkan ketakutan yang personal, seperti ketika seseorang menyadari orang di sekitarnya telah menerima sesuatu yang tidak masuk akal sebagai kenyataan.

Menanggapi pengakuan itu, Joko menyampaikan terima kasih lewat Instagram pribadinya.

"Merasa sangat terhormat (sekaligus gemetar) bisa masuk dalam daftar ini. Terima kasih banyak, tak terlukiskan dengan kata-kata," kata Joko, dikutip Senin (2/11/2026).

Joko berada dalam daftar yang juga memuat nama besar dunia, seperti Ryan Coogler, M. Night Shyamalan, Guillermo del Toro, James Wan, George A. Romero, hingga Alfred Hitchcock.

Masuknya Joko menjadi salah satu pengakuan internasional terhadap perkembangan film horor Indonesia, yang menunjukkan cerita horor Indonesia punya pendekatan dan perspektif yang menarik perhatian penonton dan kritikus dunia.(*)