Aparat Gabungan Amankan Bandara Korowai Usai Penembakan Pesawat Perintis
Korowai: Pengamanan terpadu dilakukan aparat gabungan TNI-Polri menyusul insiden penyerangan terhadap pesawat perintis Smart Air PK-SNR oleh orang tak dikenal (OTK) yang mengakibatkan dua awak pesawat meninggal dunia. Hal tersebut, diungkapkan oleh Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo.
Lebih lanjut, ia mengatakan jika hal ini dilakukan sebagai langkah cepat dilakukan untuk memastikan situasi di sekitar bandara kembali kondusif dan aktivitas masyarakat dapat segera pulih.
Selain itu, ia menuturkan jika personel telah menguasai lokasi sejak pagi hari.
“Alhamdulillah, pagi ini pasukan sudah masuk dan mengamankan lokasi termasuk pesawat. Evakuasi korban sudah selesai dilaksanakan. Saat ini kami fokus pada sterilisasi area dan memastikan situasi benar-benar kondusif,” ujar Yusuf dari Bandara Tanah Merah pada Kamis, 12 Februari 2026.
Lebih lanjut, ia menyampaika jika sebanyak 20 personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama 12 personel Kopasgat TNI AU diterjunkan ke lokasi.
“Penguatan juga dikoordinasikan dengan jajaran TNI AD, mengingat bandara tersebut merupakan jalur vital bagi mobilitas masyarakat pedalaman,” kata dia
Insiden tersebut turut memicu kekhawatiran warga sekitar. Data sementara mencatat sebanyak 39 warga sempat mengungsi ke arah Senggo karena rasa takut.
Aparat kini terus melakukan sterilisasi wilayah agar masyarakat, termasuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, dapat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.
“Setelah situasi dinyatakan aman, kami berharap warga yang sempat mengungsi bisa kembali dan pelayanan publik berjalan normal kembali,” tambah Kombes Yusuf.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara terukur untuk mencegah eskalasi situasi.
“Sejak pagi personel kami telah mengamankan area bandara dan mengevakuasi kedua korban ke Timika. Keselamatan masyarakat dan stabilitas wilayah menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Dua jenazah awak pesawat telah diterbangkan ke Timika untuk proses identifikasi dan autopsi. Setelah proses pemulasaraan rampung, keduanya akan diberangkatkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada keluarga.
Sementara itu, 13 penumpang yang berada dalam penerbangan tersebut dipastikan selamat. Para penumpang yang merupakan warga lokal segera menyelamatkan diri saat insiden terjadi dan kini telah kembali ke rumah masing-masing.
Untuk sementara, penerbangan dari Tanah Merah menuju Bandara Korowai Batu dihentikan hingga kondisi benar-benar aman.
Berdasarkan hasil pendalaman awal, aparat menduga aksi tersebut melibatkan kelompok bersenjata yang mengatasnamakan diri sebagai KKB Yahukimo, termasuk kelompok yang dikenal sebagai Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang dipimpin Elkius Kobak.
Selain itu, aparat masih melakukan pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.
Penyelidikan dan penegakan hukum terus berjalan secara profesional dan terukur. Aparat menegaskan komitmen negara untuk tidak hanya menindak pelaku, tetapi juga memastikan rasa aman masyarakat tetap terjaga.
Di wilayah pedalaman dengan keterbatasan akses dan fasilitas, respons cepat aparat menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas. Situasi di Korowai kini terus dipantau guna memastikan keamanan benar-benar pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan tenang.(*)
