Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Iran Yakinkan Indonesia Tetap Tenang Soal Ancaman Tarif Amerika

Jakarta : Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menegaskan kerja sama antara Iran dan Indonesia tetap membawa banyak manfaat. Karena itu, ia meminta Indonesia tidak perlu cemas menghadapi ancaman tarif dari Amerika Serikat.
Iran Yakinkan Indonesia Tetap Tenang Soal Ancaman Tarif Amerika

Dalam wawancara khusus di Jakarta, Jumat (13/2), Boroujerdi menyebut tekanan dari AS tidak seharusnya membuat negara lain takut menjalin hubungan dengan Iran.

"Kami sampaikan kepada Indonesia untuk tidak takut. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Perusahaan mana pun dan negara mana pun yang memiliki hubungan reguler dengan Iran, mereka akan mendapatkan banyak keuntungan," kata Dubes Boroujerdi.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump pada Januari mengumumkan rencana tarif 25 persen bagi semua negara yang masih melakukan perdagangan dengan Iran.

Menanggapi hal itu, Boroujerdi menyampaikan saat ini lebih dari 100 negara tetap menjalin hubungan ekonomi dengan Iran dan tidak terpengaruh oleh pernyataan Amerika Serikat.

"Semua negara merdeka percaya bahwa Amerika Serikat bukanlah raja dunia. Mereka tidak dapat mendikte aturan mereka kepada negara-negara merdeka seperti Indonesia," katanya.

Ia mengakui sanksi dan tekanan ekonomi memang memberi dampak bagi Iran. Namun, menurutnya, kondisi itu bukan hal baru karena negaranya sudah puluhan tahun hidup di bawah sanksi berat dari AS.

Boroujerdi mengatakan Iran tetap mampu bertahan, memperkuat ekonomi, serta terus berkembang di berbagai sektor seperti pendidikan, teknologi, dan ekonomi.

"Anda dapat membandingkan Iran saat ini dengan Iran 75 atau 76 tahun yang lalu. Anda dapat melihat bahwa segala hal di bidang pendidikan, teknologi, ekonomi, semuanya telah berkembang pesat," katanya.

Ia juga menilai banyak negara di dunia tidak lagi mudah tunduk pada tekanan kekuatan besar.

"Jadi, seluruh dunia percaya bahwa apa pun yang didiktekan oleh kekuatan-kekuatan besar tidak wajib untuk dipatuhi begitu saja. Dan saat ini pun mereka mengancam negara-negara lain," kata Duta Besar lebih lanjut.

Boroujerdi pun mendorong negara-negara di dunia untuk terus memperkuat kerja sama dengan Iran, termasuk Indonesia.

Menurutnya, tekanan tarif dan berbagai tantangan global dalam satu hingga dua tahun terakhir memang berdampak luas pada perekonomian dunia dan membuat banyak negara ikut terdampak.

Meski begitu, ia menilai negara-negara merdeka seperti Indonesia dan Iran harus tetap menjaga dan memperluas kerja sama ekonomi agar situasi global tidak semakin memburuk.

"Jadi, jika mereka ingin melewati era sulit ini, mereka harus memperluas kerja sama antara kedua negara, baik secara bilateral dan multilateral, dan menunjukkan kepada AS bahwa mereka tidak dapat mendikte aturan mereka kepada seluruh dunia," katanya.

"Mereka adalah satu negara, mereka dapat bekerja sama dengan negara lain, dan tidak ada masalah dengan itu, tetapi mereka tidak dapat membuat peraturan untuk dunia modern saat ini," demikian kata Dubes Boroujerdi menambahkan.

Hide Ads Show Ads