Ketahui Ragam Tradisi Imlek Perkaya Keberagaman Budaya Indonesia
Jakarta : Perayaan Imlek di Indonesia memiliki beragam tradisi yang berkembang dari perpaduan budaya Tionghoa dengan kearifan lokal di berbagai daerah. Setiap wilayah menghadirkan cara khas dalam menyambut Tahun Baru Imlek yang mencerminkan identitas budaya setempat.
![]() |
| Ilustrasi tradisi Imlek Grebeg Sudiro di Solo yang masuk pada Karisma Event Nusantara 2026 (Foto: Instagram/@karismaeventnusantara) |
Tradisi Imlek tidak hanya ditandai oleh simbol populer seperti lampion merah dan pertunjukan barongsai yang sering disorot publik. Di balik perayaan tersebut, tersimpan nilai kebersamaan, gotong royong, serta toleransi yang mengakar dalam kehidupan masyarakat.
Melalui rangkaian ritual adat dan festival budaya, Imlek menjadi ruang perjumpaan lintas etnis dan tradisi di Nusantara. Perayaan ini sekaligus memperkaya kekayaan budaya nasional serta memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman Indonesia.
Berikut sejumlah tradisi Imlek yang berkembang di berbagai daerah di Indonesia:
1. Grebeg Sudiro di Solo
Salah satu tradisi Imlek paling dikenal di Indonesia adalah Grebeg Sudiro yang digelar di Kota Solo, Jawa Tengah. Tradisi ini merupakan perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa yang rutin diselenggarakan menjelang perayaan Imlek.
Dalam perayaannya, warga mengarak gunungan berisi kue keranjang, buah, serta berbagai hasil bumi di kawasan Pasar Gede. Setelah arak-arakan selesai, masyarakat berebut isi gunungan sebagai simbol rasa syukur, harapan keberuntungan, dan semangat kebersamaan lintas komunitas di Solo.
2. Ciancui di Selatpanjang
Di Selatpanjang, Provinsi Riau, perayaan Imlek dirayakan melalui tradisi khas yang dikenal sebagai Ciancui Festival. Tradisi ini menampilkan perang air massal yang berlangsung di sepanjang jalanan kota.
Pada momen ini, warga saling menyiram air menggunakan ember, pistol air, hingga kendaraan roda dua yang membawa wadah air. Ritual Ciancui ini diyakini sebagai simbol penyucian diri sekaligus upaya mengusir energi negatif menjelang pergantian tahun.
Perayaan ini berlangsung meriah dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia maupun latar belakang. Ciancui Festival menjadi wujud kebersamaan dan kegembiraan kolektif dalam menyambut Tahun Baru Imlek di Selatpanjang.
3. Parade Perahu Hias di Pontianak
Perayaan Imlek di Pontianak, Kalimantan Barat, diramaikan dengan tradisi pawai perahu hias yang berlangsung di Sungai Kapuas. Masyarakat menghias perahu dengan berbagai ornamen khas Imlek sebelum berlayar menyusuri aliran sungai.
Kegiatan ini menjadi daya tarik visual yang menampilkan kekayaan budaya lokal dalam perayaan tahun baru. Selain itu, parade perahu hias dimaknai sebagai doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan warga yang menggantungkan hidup pada sungai.
4. Tatung di Singkawang
Tradisi tatung di Singkawang dikenal luas dalam perayaan Cap Go Meh terunik di Indonesia. Tatung adalah individu yang diyakini memasuki keadaan trance dan menjadi medium bagi roh leluhur atau dewa pelindung.
Mereka menunjukkan atraksi ekstrem seperti berjalan di atas benda tajam atau melakukan aksi yang tampak berbahaya tanpa terluka. Ritual ini dipercaya mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan bagi komunitas.
5. Pawai Imlek dan Festival Budaya
Selain tradisi besar di sejumlah daerah, perayaan Imlek di kota-kota lain di Indonesia juga menampilkan kekhasan masing-masing. Kota Medan dan Bogor rutin menggelar pawai Imlek yang dimeriahkan atraksi seni budaya serta pertunjukan barongsai.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana hiburan sekaligus ruang interaksi antarwarga lintas latar belakang. Begitipun di Yogyakarta, komunitas Tionghoa menyelenggarakan Pekan Budaya Tionghoa menjelang Cap Go Meh.
Pada momen tersebut beragam pertunjukan seni dan budaya ditampilkan selama beberapa hari sebagai bagian dari perayaan. Sementara itu, di Semarang dikenal melalui Pasar Imlek dan pertunjukan seni lokal yang memadukan unsur budaya Tionghoa dan Jawa.
Itulah beragam tradisi Imlek di Indonesia yang mencerminkan kekayaan budaya serta semangat hidup berdampingan. Perayaan ini menjadi sarana mempererat persatuan melalui penghormatan terhadap perbedaan budaya di tengah masyarakat.(*)

