Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Legislator Desak BNPB Percepat Pembangunan Huntara

Jakarta : Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin meminta BNPB mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) korban bencana. Langkah ini dinilai penting agar kebutuhan dasar warga segera terpenuhi menjelang Ramadan.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin (Foto: Dokumentasi/Tangkap layar YouTube TV Parlemen)

Ia mengatakan, kebutuhan dasar warga terdampak belum sepenuhnya terpenuhi hingga saat ini. Kondisi tersebut, kata dia, membuat percepatan huntara menjadi mendesak.

“Tolong dipercepat pembangunan huntara serta penyelesaian dana tunggu korban bencana agar kebutuhan dasar warga segera terpenuhi. Menjelang Ramadan, masyarakat harus bisa beribadah dengan tenang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis, 5 Januari 2026.

Selain hunian, Abdul Azis juga meminta pemerintah menyiapkan fasilitas pendukung menjelang Idulfitri. Aktivitas masyarakat diperkirakan meningkat saat hari besar keagamaan.

Legislator dari partai PDIP ini menilai, kesiapan fasilitas publik penting untuk menjaga kenyamanan dan keamanan warga. Pemerintah diminta mengantisipasi lonjakan kebutuhan layanan masyarakat.

“Fasilitas pendukung harus segera disiapkan karena menyangkut Idulfitri dan meningkatnya aktivitas masyarakat. Umat Muslim tentu memberi perhatian besar pada momentum tersebut,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memastikan percepatan pembangunan huntara terus dilakukan. Fokus utama diarahkan pada wilayah terdampak bencana di Sumatra.

Menurut Suharyanto, masih terdapat sekitar 11 ribu unit huntara dalam proses pembangunan. Sebagian besar unit disebut sudah hampir selesai dikerjakan.

“Pembangunan huntara menjadi tantangan kami di wilayah Sumatra dan terus kami percepat. Sebagian besar unit sudah dalam proses dan hampir selesai,” ujarnya.

BNPB menargetkan seluruh warga yang masih tinggal di pengungsian dapat menempati huntara sebelum Ramadan. Target pemindahan ditetapkan paling lambat 18 Februari.

Ia berharap masyarakat, khususnya di Aceh, dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang. Huntara diharapkan menjadi solusi sementara yang layak bagi warga terdampak.

“Menjelang munggah puasa, kami targetkan seluruh warga sudah pindah ke huntara. Khusus Aceh, harapannya sebelum Ramadan sudah menempati hunian,” katanya.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads