Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Murah! Kini Tarif Bus MJT Bandung-Jatinangor Cukup Rp2000

Bandung : Rektor Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dhani Gumelar, S.T., M.T., meresmikan penggunaan Halte ITB Ganesa A (depan Klinik Pratama ITB) dan Halte ITB Ganesa B (seberang International Relation Office/IRO ITB).Prof. Tata apresiasi kepada seluruh pihak atas komitmen dan kolaborasi dalam mendukung penataan dan pemindahan Halte ITB Ganesa A dan B.

Bus Metro Jabar Trans (Foto:I).

Hal ini merupakan wujud nyata upaya bersama dalam menyediakan transportasi publik yang inklusif, terjangkau, dan ramah bagi masyarakat, termasuk sivitas akademika ITB.Sebelumnya, lokasi Halte A berada di dekat Masjid Salman dan Halte B di seberang Masjid Salman. 

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat per 20 Oktober 2025 telah menambahkan rute pada Koridor 5 (Dipatiukur-Jatinangor) yang melewati Jalan Ganesa. "Ini memberikan manfaat yang sangat konkret, khususnya bagi mahasiswa kami. Mahasiswa yang sebelumnya beraktivitas di Kampus Jatinangor kini memiliki tambahan opsi transportasi menuju Kampus Ganesha, demikian pula sebaliknya. Bagi mahasiswa maupun masyarakat yang dilalui Koridor 5, akses menuju kawasan Jalan Ganesa menjadi lebih mudah karena dapat langsung turun di titik yang dekat dengan area kampus," ujar Prof. Tata dalam keterangannya kepada awak media, Senin 9 Februari 2026.


Prof. Tata menambahkan, sejak awal, ITB melalui tim Direktorat Sarana dan Prasarana dan Prof. Dr. Ir. Deny Juanda Puradimaja, D.E.A. telah menginisiasi dan mendorong penambahan rute Metro Jabar Trans yang melayani kawasan kampus. Itu juga termasuk penataan dan pemindahan halte ini.

Inisiatif ini berawal dari kebutuhan sivitas akademika serta komitmen ITB untuk menjadi bagian dari solusi mobilitas perkotaan. Tim ahli ITB dari berbagai disiplin ilmu, termasuk transportasi dan perencanaan wilayah, secara aktif melakukan koordinasi dan diskusi teknis dengan Dinas Perhubungan. Proses ini mencakup kajian rute, penentuan titik pemberhentian, integrasi dengan arus lalu lintas, serta aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna.

Ia mengatakan, transportasi publik yang andal bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan saja. Tetapi juga itu berdampak pada efisiensi waktu, keselamatan, pengurangan kemacetan, serta upaya menurunkan emisi karbon.

"Sebagai institusi pendidikan tinggi, ITB memandang aksesibilitas sebagai bagian penting dari ekosistem pembelajaran. Data internal kami menunjukkan bahwa setiap hari mahasiswa ITB melakukan mobilitas lintas kampus, terutama antara Jatinangor dan Ganesha," ujarnya.

Sementara itu, Kadishub Jabar, Dhani Gumelar, S.T., M.T., mengatakan, dari 1,5 juta penumpang Metro Jabar Trans, sebanyak 30 persen merupakan penumpang di koridor 5. Hal tersebut karena jalur tersebut menghubungkan dua kawasan pendidikan tinggi di kawasan cekungan Bandung.(*)

Hide Ads Show Ads