KDM Tanggapi Pernyataan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang, Begini Katanya
Karawang : Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM)menanggapi pernyataan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang yang belakangan ini viral mengenai penyebutan kata "aing" yang dinilai kasar.
"Buat Bapak Panji Gumilang, saya sangat mengapresiasi apa yang Bapak sampaikan. Perlu diketahui bahwa kalimat aing itu bukan kalimat kesombongan, tetapi kalimat kesetaraan" ujar Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi menjelaskan jika wilayah Sunda di zaman dulu di era kerajaan Sunda, itu tidak mengenal kasta, tidak mengenal tingkatan manusia, maka prinsip politiknya adalah sosialisme, karena dia memiliki kesetaraan.
Sehingga, bahasa itu memang sangat populer di wilayah Banten, karena dulu ibu kota kerajaan Sunda di Pakuan Pajajaran yang sekarang disebut Bogor, dan wilayahnya sampai ke wilayah Banten sebelum kemudian Banten berubah karena pengaruh Islam, kemudian berubah menjadi Kesultanan Banten.
Dan selanjutnya, kalimat aing juga merupakan kalimat yang biasa digunakan dalam sejarah keislaman di Tatar Sunda. Contoh, di Purwakarta ada seorang tokoh bernama Baing Yusuf, penyebar agama Islam di wilayah Purwakarta dan sekitarnya, yang kemudian muridnya adalah Syekh Nawawi al-Bantani yang merupakan imam di Masjidil Haram.
Baing itu adalah bapak aing, artinya bahwa itu cermin dari penyatuan antara pemimpin dan rakyat. Sehingga, jemaahnya atau umatnya merasa punya guru, merasa punya pemimpin spiritual, namanya Baing Yusuf, bapak aing.
Nah untuk itu, andai kata kemudian di Sunda muncul kalimat undak usuk basa, ada bahasa kasar, bahasa halus, itu terjadi setelah wilayah Tatar Sunda terutama wilayah Priangan menjadi bagian dari kekuasaan Mataram.
Sehingga, pengaruh kebudayaan Mataram mempengaruhi tata kelola bahasa di wilayah Priangan. Lahirlah undak usuk basa. Saluhureun, sahandapeun. Ada aing, aya abdi, ada sim kuring, ada jisim kuring.
Nah kalau dalam bahasa Jawanya, aing tuh adalah kulo atau kula, artinya cermin penyatuan antara manusia dengan yang menciptakannya.
