Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Serangan Udara Junta Myanmar Sebabkan 17 Warga Meninggal

Yangon : Sedikitnya 17 orang dilaporkan meninggal akibat serangan udara yang dilancarkan junta militer Myanmar. Serangan tersebut dilakukan di sebuah pasar desa di negara bagian Rakhine pada Selasa, 24 Februari 2026.
Tentara militer Myanmar. (Foto: X - National Unity Government Myanmar)

Melansir dari The Straits Times, Kamis, 26 Februari 2026, serangan tersebut terjadi di Desa Yoe Ngu, wilayah Ponnagyun. Lokasinya sekitar 33 kilometer dari ibu kota negara bagian, Sittwe, menurut sumber lokal dan kelompok oposisi bersenjata.

Myanmar telah dilanda perang saudara sejak militer merebut kekuasaan melalui kudeta pada 2021. Konflik tersebut mempertemukan junta dengan berbagai kelompok bersenjata etnis minoritas serta gerilyawan pro-demokrasi.

Rakhine menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak dan sebagian besar dikuasai oleh Arakan Army. Kelompok tersebut menyatakan 17 warga sipil meninggal, termasuk tiga anak-anak, serta 15 orang lainnya mengalami luka-luka.

Namun, kelompok relawan lokal mencatat sedikitnya 18 korban meninggal dan 16 orang terluka akibat serangan. Serangan itu juga menyebabkan kerusakan parah di area pasar.

Beberapa bangunan dilaporkan terbakar dan banyak rumah hancur. Saksi mata menyebut warga menangis dan sejumlah jenazah berserakan, sementara sebagian penduduk melarikan diri karena api masih menyala saat tim relawan tiba.

Hingga kini, juru bicara militer Myanmar belum memberikan komentar terkait insiden tersebut. Kelompok bantuan kemanusiaan terus menyoroti krisis yang memburuk di Rakhine, yang berbatasan dengan Bangladesh.

Program Pangan Dunia sebelumnya memperingatkan lonjakan dramatis kelaparan dan malnutrisi akibat blokade militer dan pemotongan bantuan internasional. Di tengah tuduhan pelanggaran terhadap militer, Arakan Army juga menghadapi sorotan atas dugaan pelanggaran HAM di wilayah konflik tersebut.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads