Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Konflik Timur Tengah Lumpuhkan Ribuan Penerbangan Global

Dubai ; Eskalasi serangan udara paksa 21 maskapai internasional batalkan jadwal menyusul penutupan wilayah udara massal.

Foto : AFP

Ketegangan geopolitik yang meningkat tajam di Timur Tengah pasca-aksi saling balas serangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada Sabtu 28 Februari 2026, memicu kekacauan besar pada sektor penerbangan sipil dunia. 

Penutupan koridor udara di sejumlah negara strategis mengakibatkan ribuan jadwal penerbangan terhenti total.

Berdasarkan data yang dihimpun dari lembaga analisis penerbangan Cirium, krisis ini berdampak pada hampir seperempat jadwal kedatangan di kawasan tersebut.

Tercatat sedikitnya 966 penerbangan, atau sekitar 22,9% dari total lalu lintas udara menuju Timur Tengah, terpaksa dibatalkan pada hari Sabtu.

Angka ini diprediksi melonjak melampaui 1.800 jadwal jika mengakomodasi penerbangan keberangkatan.

Penutupan Wilayah Udara Massal

Gangguan operasional ini tidak hanya dipicu oleh faktor risiko keamanan langsung, tetapi juga akibat kebijakan penutupan wilayah udara yang diberlakukan secara mendadak oleh otoritas penerbangan di Iran, Irak, Israel, Suriah, Kuwait, Yordania, hingga Uni Emirat Arab (UEA).

Situs pemantau lalu lintas udara, FlightAware, melaporkan dampak sistemik secara global dengan lebih dari 19.000 penerbangan mengalami keterlambatan (delay).

 Hingga Minggu 1 Maret 2026 dini hari, tren pembatalan terus meningkat dengan tambahan 2.600 jadwal yang ditiadakan.

Respons Maskapai Internasional

Sebanyak 21 maskapai besar, mulai dari operator regional hingga maskapai bendera nasional dari berbagai benua, telah merilis penangguhan layanan secara resmi:

- Raksasa Teluk: Emirates dan Etihad melaporkan pembatalan masing-masing sebesar 38% dan 30%. Sementara itu, Qatar Airways menangguhkan seluruh operasional dari Doha.

- Operator Eropa: Lufthansa, Swiss International Air Lines, dan British Airways telah menjadwalkan pembatalan hingga awal Maret, terutama untuk rute menuju Tel Aviv, Amman, dan Beirut.

- Layanan Asia & Indonesia: Garuda Indonesia mengonfirmasi penghentian sementara rute menuju Doha hingga batas waktu yang belum ditentukan. Langkah serupa diambil oleh Air India dan Pakistan International Airlines yang menutup akses ke sejumlah destinasi di Timur Tengah.

"Keamanan penumpang dan kru merupakan prioritas utama di tengah situasi yang dinamis ini," demikian bunyi pernyataan resmi dari salah satu maskapai yang terdampak, sebagaimana dilaporkan oleh AFP.

Dampak Berkelanjutan Situasi ini diperkirakan akan menekan industri penerbangan global yang baru saja pulih sepenuhnya. 

Para analis memperingatkan bahwa pengalihan rute jarak jauh untuk menghindari wilayah konflik akan meningkatkan konsumsi bahan bakar dan durasi perjalanan secara signifikan.

Hingga berita ini diturunkan, jadwal penerbangan ke sepuluh negara di Timur Tengah, termasuk Lebanon dan Oman, masih berstatus fluktuatif dengan kebijakan penangguhan yang terus diperpanjang oleh operator seperti Turkish Airlines dan Finnair.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads