Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Menkes Ungkap Karies Gigi Dominasi Hasil Cek Kesehatan Gratis

Jakarta : Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 59,6 juta peserta sekaligus mulai memasuki tahap pengobatan penyakit kronis. Target 130 juta peserta hingga akhir 2026 diyakini tetap berada pada jalur pencapaian.(19/7/26).

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat memberikan sambutan di Jakarta. (Foto: Humas Kemenkes)
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat memberikan sambutan di Jakarta. (Foto: Humas Kemenkes)

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan CKG menjadi fondasi perubahan paradigma pelayanan kesehatan menuju pencegahan penyakit. Menurutnya, deteksi dini memperkuat upaya menjaga masyarakat tetap sehat dan produktif

“Semakin banyak masyarakat melakukan cek kesehatan, semakin dini penyakit ditemukan dan diobati. CKG menjadi investasi kesehatan bangsa dalam jangka panjang,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.

Menkes mengungkapkan data CKG selama enam bulan terakhir menunjukkan persoalan berbeda pada setiap kelompok usia. Pada bayi baru lahir, skrining menemukan penyakit jantung bawaan kritis sebagai kondisi dengan potensi prevalensi tertinggi.

“Lebih dari 490 ribu bayi telah menjalani skrining pulse oximetry hingga akhir Juni 202. Sebanyak 20.946 bayi memerlukan pemeriksaan lanjutan karena terindikasi kelainan,” ucap Menkes.

Menkes Budi menyebut karies gigi menjadi masalah kesehatan terbanyak pada anak usia sekolah dan remaja berdasarkan hasil Program CKG. Lebih dari 40 persen peserta mengalaminya, disusul anemia, hipertensi, serta gizi lebih dan obesitas.

“Indonesia kini menghadapi double burden of malnutrition, yakni gizi kurang dan gizi lebih yang terjadi secara bersamaan pada anak dan remaja. Data tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran,” ucap Menkes.

Menkes menyebut program CKG kini juga diarahkan pada pengobatan rutin bagi penderita hipertensi dan diabetes melitus. Sebanyak 46,9 persen pasien hipertensi berhasil mengendalikan tekanan darah setelah kembali menjalani pemeriksaan.

“Sebanyak 69,4 persen pasien diabetes yang kembali diperiksa berhasil mengendalikan kadar gula darah. Tahun ini kami menargetkan separuh penderita menjalani pengobatan rutin dan terkendali,” ucap Menkes.

Menkes meyakini keberhasilan pengendalian penyakit kronis mampu menekan angka kematian akibat penyakit jantung dan stroke. Program CKG diharapkan memperkuat upaya pencegahan melalui pengobatan rutin yang berkelanjutan.

“Skrining harus diikuti pengobatan rutin dan pengendalian penyakit. Itulah arah yang sedang kita bangun di Indonesia,” ucapnya.(*)