Bukan di Demak, Masjid Agung Karawang, Masjid Tertua di Jawa Peninggalan Syekh Quro 1418 M
![]() |
| Masjid Agung Karawang, Sejarah Masjid Agung Karawang, Syekh Quro, Masjid Tertua di Jawa Barat, Masjid Agung Syekh Quro |
Karawang, Blitznews :;Di jantung Kota Karawang, tepat di sisi barat Alun-Alun Karawang, berdiri megah sebuah masjid yang usianya sudah lebih dari 6 abad. Itulah Masjid Agung Syekh Quro Karawang, yang diyakini sebagai masjid tertua di Jawa Barat bahkan Pulau Jawa.
Jauh lebih tua dari Masjid Agung Cirebon (1475 M) dan Masjid Demak (1479 M), masjid ini adalah saksi bisu awal masuknya Islam di Tatar Sunda.
Awal Mula: Dari Pondok Kecil 9x9 Mete
Sejarah masjid ini tak lepas dari sosok Syekh Hasanuddin bin Yusuf Sidik, atau yang lebih dikenal sebagai Syekh Quro,Gelar Quro disematkan karena beliau adalah seorang hafidz Al-Quran dengan suara merdu sebagai qori.
![]() |
| Masjid Agung Karawang, Sejarah Masjid Agung Karawang, Syekh Quro, Masjid Tertua di Jawa Barat, Masjid Agung Syekh Quro |
Syekh Quro datang dari Campa ke Karawang sekitar tahun 1416 M bersama rombongan Laksamana Cheng Ho. Ia turun di Pelabuhan Sundapura Pajajaran, yang lokasinya di pertemuan Sungai Citarum dan Cibeet, kini dikenal sebagai Kampung Poponcol, Jebug, dan Bunut.
Atas izin penguasa setempat, pada tahun 1418 M / 838 Hijriah, Syekh Quro mendirikan sebuah pondok kecil berukuran 9 x 9 meter,Pondok itu berfungsi sebagai mushola, tempat tinggal, dan tempat mengaji Al-Quran. Inilah yang dinamakan Pondok Quro, cikal bakal Masjid Agung Karawang. Pesantren ini menjadi lembaga pendidikan Islam pertama di Jawa Barat.
Saksi Pernikahan Legendaris Prabu Siliwangi
Yang membuat masjid ini makin legendaris, di dalam pondok inilah terjadi peristiwa besar sejarah Sunda. Nyi Mas Subang Larang, salah satu santri cantik Syekh Quro, dinikahkan dengan Raden Pamanah Rasa, putra mahkota Kerajaan Pajajaran yang kelak menjadi *Prabu Siliwangi*.
Pernikahan antara santri Islam dan raja Hindu Pajajaran ini menjadi simbol dakwah Islam yang damai dengan pendekatan _bil hikmah_ dan menghormati adat lokal.
Renovasi dari Masa ke Masa
Selama 607 tahun, Masjid Agung Karawang mengalami beberapa kali renovasi besar:
- *1418 M:* Dibangun pertama oleh Syekh Quro
- *1637 M:* Direnovasi Bupati Karawang pertama, Raden Singa Perbangsa
- *1747 M:* Diperluas Bupati ke-4, Raden Mochamad Sholeh Singaperbangsa
- *1957 M:* Renovasi oleh Bupati Rd. Tohir Mangku Dijoyo
- *1994 M:* Dibangun bangunan baru yang lebih megah, diresmikan era Presiden Gus Dur
- *2006 M:* Menara masjid setinggi 4 menara diresmikan
- *2025 M:* Pengurus DKM periode 2025-2029 resmi dilantik Bupati Aep Syaepuloh, diketuai H. Zeni Zaelani
Kini masjid ini memiliki arsitektur perpaduan Timur Tengah dan Sunda, dengan kubah putih besar, 4 menara emas, ornamen kaligrafi, dan halaman luas yang menyatu dengan Alun-Alun Karawang.
Lokasi & Makna
Alamat: Jl. Alun-Alun Barat No.1, Karawang Kulon, Karawang Barat Bukan sekadar tempat ibadah sholat 5 waktu, Masjid Agung Karawang kini menjadi pusat kajian, kegiatan sosial, dan ikon wisata religi Kota Pangkal Perjuangan.
Dari pondok 9x9 meter hingga menjadi masjid kabupaten termegah, Masjid Agung Karawang adalah bukti bahwa Islam di Karawang tumbuh dari ketulusan dan keindahan akhlak seorang Syekh Quro (*)



