Geopolitik Timur Tengah Memanas, Dua Bandara Sipil Arab Saudi Diserang di Tengah Konflik Houthi
RIYADH - Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah otoritas Arab Saudi melaporkan insiden serangan yang menghantam dua fasilitas bandara sipil di wilayahnya, Selasa (6/10/2026).
Eskalasi ini terjadi seiring kembali berkobarnya konflik bersenjata antara kerajaan dengan kelompok pemberontak Houthi di Yaman, yang turut memperluas cakupan krisis di tengah persiapan kawasan memperingati tiga tahun pecahnya perang Gaza.
Berdasarkan keterangan resmi dari Ot oritas Penerbangan Sipil Umum Arab Saudi (GACA), insiden penyerangan tersebut menyasar bandara di kota Najran dan Jizan. Serangan itu mengakibatkan kerusakan material pada infrastruktur kedua fasilitas penerbangan serta melukai tiga orang secara ringan.
Meskipun pernyataan resmi tidak secara langsung menuduh pihak tertentu, peristiwa ini terjadi tidak lama setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengumumkan peluncuran rudal dan serangan pesawat nirawak (drone) ke wilayah kerajaan.
Brigadir Jenderal Yahya Saree, juru bicara militer Houthi, dalam sebuah pernyataan mengonfirmasi bahwa pihaknya kembali menargetkan bandara ketiga pada hari Selasa. Namun, kantor berita The Associated Press belum dapat mengonfirmasi secara independen apakah proyektil tersebut berhasil menghantam Bandara Internasional Abha, sementara pihak berwenang Arab Saudi belum memberikan tanggapan lanjutan.
Di sisi lain, koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang beroperasi di Yaman menyatakan pada hari Selasa (6/10/2026) bahwa pihaknya berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik. Proyektil tersebut diluncurkan oleh kelompok Houthi dengan sasaran Khamis Mushait, sebuah kota di barat daya Arab Saudi yang menampung pangkalan militer utama.
Perkembangan di perbatasan selatan Saudi ini berlangsung bersamaan dengan ketegangan di berbagai front regional lainnya. Para pejabat Palestina melaporkan bahwa serangan udara Israel di Kota Gaza telah menewaskan dua orang, di tengah kecaman internasional terhadap kebijakan pembongkaran rumah di Yerusalem Timur serta gelombang kekerasan di Tepi Barat yang didudukinya.
Rangkaian peristiwa tersebut mengemuka saat warga di Israel bersiap memperingati tahun ketiga serangan kelompok militan Hamas pada 7 Oktober 2023. Seiring berjalannya waktu, bentrokan bersenjata yang semula terisolasi kini telah meluas dan melibatkan berbagai aktor regional di Iran, Lebanon, Suriah, dan Yaman, menciptakan tantangan keamanan yang kian kompleks bagi stabilitas global.(*)
