Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Tegas! AS Usir Delegasi Iran dari New York, Menlu Marco Rubio Tak Main-Main

WASHINGTON, Blitz News:  Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah tegas dalam dinamika diplomasi internasional. Dua anggota delegasi Iran resmi dideportasi dari New York setelah nekat tinggal melebihi batas waktu Sidang Majelis Umum PBB.
Gara-gara nekat tinggal di New York setelah Sidang Umum PBB selesai

Keputusan deportasi diambil setelah keduanya mengabaikan instruksi untuk meninggalkan wilayah AS. Departemen Luar Negeri AS menegaskan tindakan ini sebagai bukti keseriusan dalam menegakkan regulasi diplomatik.

"Dua anggota delegasi Iran ditemukan masih berada di New York lama setelah Sidang Umum PBB usai. Mereka kini telah dikeluarkan dari Amerika Serikat," ujar seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS kepada AFP pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Marco Rubio memegang teguh prinsip ketegasan dalam kebijakan luar negeri.

Berdasarkan laporan media AS, Departemen Luar Negeri sebelumnya telah meminta Menlu Iran Abbas Araghchi beserta seluruh delegasinya untuk meninggalkan AS pada Senin, 28 September 2026. Namun, otoritas AS baru mengetahui pada Jumat, 2 Oktober 2026 bahwa dua anggota delegasi masih tinggal di New York, berdasarkan informasi dari misi Iran untuk PBB.

Menindaklanjuti temuan itu, proses pemulangan langsung dilakukan. Laporan Axios menyebut satu anggota delegasi meninggalkan AS pada Jumat malam, sementara satu orang lainnya menyusul pada Sabtu pagi.

Insiden ini terjadi di tengah rangkaian pertemuan bilateral antara pejabat AS dan Iran yang berlangsung di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB pekan lalu.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dilaporkan menolak proposal dari Teheran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Meski begitu, ia menyatakan tetap membuka peluang dialog lanjutan dalam beberapa hari ke depan.

Sementara kantor berita resmi Iran, IRNA, mengonfirmasi bahwa Teheran belum memiliki jadwal resmi untuk melanjutkan pembicaraan langsung dengan Washington. Dinamika ini mencerminkan hubungan kedua negara yang masih diwarnai ketegangan diplomatik.(*)