Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

60 Persen Pemilih Tak Puas Kinerja Trump, 70 Persen Nilai Kongres Lemah Awasi Presiden

WASHINGTON - Ekonomi serta masa depan demokrasi menjadi perhatian paling mendasar bagi rakyat Amerika Serikat dalam pemilu sela (midterm elections) 2026. Pemungutan suara ini berfungsi sebagai tolok ukur dukungan publik terhadap masa jabatan kedua Presiden Donald Trump.
Midterm AS 2026 Jadi Tolok Ukur Dukungan Publik untuk Masa Jabatan Kedua Trump
Midterm AS 2026 Jadi Tolok Ukur Dukungan Publik untuk Masa Jabatan Kedua Trump

Data survei exit poll terbaru dari Associated Press (AP) mencatat bahwa 39 persen responden menempatkan kondisi ekonomi sebagai prioritas utama. Sementara itu, 32 persen pemilih menilai keberlangsungan demokrasi sebagai isu paling krusial bagi masa depan negara. Isu imigrasi menyulut perhatian 14 persen pemilih, disusul layanan kesehatan sebesar 8 persen.

Survei berskala nasional ini menyingkap ketidakpuasan publik yang terukur. Sekitar 60 persen pemilih menyatakan tidak menyetujui kepemimpinan Presiden Trump dalam mengelola pemerintahan. Mayoritas responden juga menyampaikan bahwa lembaga legislatif harus meningkatkan kontrol terhadap eksekutif.

Mengenai peran parlemen, sekitar 70 persen pemilih berpandangan bahwa Kongres AS belum maksimal dalam menjalankan fungsi pengawasan dan keseimbangan (checks and balances) terhadap wewenang kepresidenan. Hasil pemilu sela ini diproyeksikan akan menentukan komposisi kekuatan politik di Kongres serta arah kebijakan nasional selama sisa masa jabatan presiden.(*)