Eskalasi Timur Tengah Memanas, Trump Hentikan Bantuan 4 Miliar Dolar AS ke Israel
TEHERAN - Eskalasi militer di kawasan Timur Tengah berada pada titik krusial setelah pemerintah Iran menegaskan bahwa tanggung jawab untuk mencegah meluasnya konflik kini sepenuhnya berada di tangan Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut menyusul serangan udara defensif yang diluncurkan militer Amerika Serikat terhadap sejumlah sasaran militer Iran di wilayah strategis Selat Hormuz.
Ketua Parlemen sekaligus Perunding Utama Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menyampaikan pesan terbuka tersebut dalam pidato resminya di hadapan anggota parlemen yang disiarkan stasiun televisi negara Iran. Qalibaf menyatakan Teheran telah memberikan balasan tegas dan rasional kepada Washington, seraya menggarisbawahi kesiapan armada militer Iran dalam menghadapi segala bentuk pertempuran.
"Iran tetap berada dalam posisi siaga penuh untuk menghadapi segala skenario pertempuran," ujar Qalibaf, Selasa (3/11/2026).
Di saat bersamaan, serangkaian dinamika geopolitik dan insiden keamanan terjadi paralel di kawasan Timur Tengah:
Kebijakan bantuan militer AS, Presiden Donald Trump mengumumkan rencana penghentian alokasi bantuan tahunan senilai 4 miliar dolar AS kepada Israel. Keputusan diambil setelah berdiskusi langsung dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dengan opsi mengalihkan skema bantuan ke arah kerja sama komersial dan persenjataan.
Insiden navigasi di Laut Oman, Kementerian Luar Negeri India mengonfirmasi serangan terhadap satu kapal komersial oleh objek udara tak dikenal di lepas pantai Oman. Insiden tersebut menewaskan satu warga negara India, sementara 13 awak kapal lainnya berhasil diselamatkan.
Krisis kemanusiaan dan konflik Gaza, Rumah Sakit Shifa melaporkan serangan udara militer Israel di Gaza City yang menewaskan sedikitnya dua orang, termasuk seorang remaja putri berusia 17 tahun. Militer Israel menyatakan sasaran serangan merupakan milisi yang terlibat dalam peristiwa 7 Oktober 2023.
Stagnasi perdamaian Yaman, Menteri Luar Negeri Yaman, Afrah al-Zouba, dalam wawancara bersama The Associated Press di Paris, mengindikasikan kelompok milisi Houthi tidak memiliki iktikad untuk menyepakati perjanjian damai guna mengakhiri perang saudara.
Mobilisasi pasukan relawan Iran, Kantor berita ISNA melaporkan pembukaan pusat pelatihan militer ketiga di Teheran sebagai bagian dari program pelatihan 1 juta relawan milisi Basij di bawah naungan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
PBB melaporkan eskalasi pertempuran di Yaman telah menyebabkan lebih dari 300.000 warga sipil terpaksa mengungsi, yang berdampak pada terhentinya layanan medis dan perlindungan bagi perempuan serta anak-anak.
Sementara dinamika politik Israel masih mengalami kebuntuan pasca-pemilu, di mana koalisi oposisi merekomendasikan mantan jenderal Gadi Eisenkot untuk memimpin pembentukan pemerintahan baru.(*)
