Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Kolaborasi Bilal–Maudy Hadirkan Versi Baru Lagu “Kau”

Karawang : Musisi Bilal Indrajaya dan Maudy Ayunda resmi merilis kolaborasi terbaru mereka melalui lagu “Kau”, versi baru dari single milik band Dua yang dirilis pada 2004. (16/12/25).
Bilal Indrajaya dan Maudy Ayunda berkolaborasi merilis lagu yang pernah dipopulerkan oleh band Dua, berjudul “Kau”. (Foto : instagram/ @maudyayunda)

Kolaborasi ini mempertemukan dua karakter musikal yang kuat: sentuhan romantis-nostalgis Bilal dan kehangatan vokal lembut Maudy. Keduanya berupaya menghidupkan kembali lagu yang memiliki arti khusus bagi perjalanan mereka.

Inspirasi kolaborasi ini berawal dari momen spontan ketika Bilal berada di belakang panggung. Sambil menunggu giliran tampil, ia memetik gitar dan kembali teringat pada melodi “Kau”, lagu yang sering menemaninya di masa sekolah. Momen kecil itu tumbuh menjadi ide besar untuk menghadirkan ulang lagu tersebut dalam versi baru yang lebih intim dan sesuai dengan perkembangan musikalnya saat ini.

Dalam proses mencari rekan duet yang tepat, nama Maudy langsung terlintas di benak Bilal. Maudy menyambut ajakan ini dengan hangat dan turut terlibat sejak awal proses kreatif. Pengalaman bermusiknya selama lebih dari satu dekade membuatnya mampu memberi sentuhan emosional sekaligus membentuk rasa baru dalam interpretasi lagu “Kau”.

Bilal dan Maudy mempercayakan proses produksi kepada Lafa Pratomo, produser yang sebelumnya mengerjakan EP terbaru Bilal dan album terbaru Maudy. Lafa menghadirkan aransemen baru yang menonjolkan keindahan melodi asli “Kau”, sambil memberikan ruang bagi kedua vokal untuk bersinar tanpa kehilangan kesederhanaan dan ketulusan yang menjadi ciri khas lagu tersebut.


Kolaborasi ini juga terlaksana berkat sinergi antara dua label yang menaungi masing-masing artis, yaitu Aksara Records untuk Bilal Indrajaya dan Trinity Optima Production untuk Maudy Ayunda. Kerja sama kedua label memungkinkan proses kreatif berjalan lancar dan menghasilkan rilisan yang solid secara artistik maupun produksi. “Kau” versi terbaru ini bukan sekadar daur ulang, melainkan pembacaan ulang yang penuh rasa—menghubungkan nostalgia dua dekade lalu dengan interpretasi hangat dan relevan bagi pendengar masa kini.(*)