Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Di Karawang Presiden Prabowo Blak-blakan, Mengakui Dirinya Pernah Hendak Disogok Beberapa Kali

Karawang: Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dirinya beberapa kali menghadapi upaya penyogokan selama satu tahun memimpin pemerintahan. Presiden menegaskan tetap berpegang pada penegakan aturan demi kepentingan bangsa dan negara.(7/1/26).
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutannya pada kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026) (Foto)

“Aku satu tahun saja jadi presiden geleng-geleng kepala juga, saya beberapa kali mau disogok, minta ini minta itu. Tegakkan peraturan sesuai kepentingan bangsa dan negara, saya tidak ikut yang lain-lain,” ujar Presiden saat kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Presiden juga mengungkapkan pernah menerima daftar perusahaan yang melanggar aturan dan direkomendasikan untuk pencabutan izin. Namun, Presiden memilih tidak membaca detail daftar tersebut agar tidak terpengaruh oleh hubungan pertemanan maupun afiliasi politik.

“Saya dikasih daftar sekian puluh perusahaan yang melanggar mau dicabut izinnya. Saya bilang saya tidak mau baca karena bisa terpengaruh, takut ada teman saya di situ,” katanya.

Presiden menegaskan seluruh proses penindakan pelanggaran diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, penegakan hukum harus berjalan objektif tanpa intervensi siapa pun.

“Kalau sekarang saya tidak tahu, saya serahkan ke aparat penegak hukum. Yang melanggar, tindak, sederhana,” ujar Kepala Negara.

Dalam kesempatan itu, Presiden kembali menekankan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan utama kebijakan negara. Ia menilai ketentuan konstitusi tersebut sudah sangat jelas dan tidak memerlukan penafsiran berlebihan.

“Bumi, air, dan semua kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Apa yang tidak jelas?” ucap Presiden.

Ia juga mengingatkan para pejabat negara agar memahami dan menjalankan amanat konstitusi secara konsisten. Ia menegaskan pejabat yang tidak sejalan dengan prinsip tersebut sebaiknya mundur dari jabatannya.

“Yang tidak paham, keluar saja dari jabatan. Banyak anak-anak muda yang baik-baik, yang mau berjuang untuk kebaikan,” ujar Presiden dengan tegas.(*)