Indonesia Ekspor 96 Ton Kopi Subang ke Aljazair
Menteri Koperasi Melepas Lima Kontainer Kopi Robusta ke Pasar Afrika Utara
Jawa Barat : Sektor perkebunan Indonesia kembali memperkuat pijakannya di pasar global. Sebanyak 96 ton kopi robusta asal Kabupaten Subang, Jawa Barat, resmi diberangkatkan menuju Aljazair, Sabtu 17 Januari 2026.
Pengiriman ini menegaskan dominasi komoditas lokal dalam memenuhi permintaan kafein di kawasan Afrika Utara.
Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, melepas langsung lima kontainer kopi tersebut dari gudang Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah yang terletak di Desa Cisalak. Langkah ini dipandang sebagai momentum penting bagi koperasi lokal dalam menjaga konsistensi ekspor di tengah persaingan global.
"Koperasi di Cisalak ini telah membuktikan kemampuannya menembus pasar internasional secara berkelanjutan, mulai dari Asia, Eropa, hingga Timur Tengah," ujar Ferry dalam seremoni pelepasan tersebut.
Keunggulan Cita Rasa dan Potensi Pasar
Menurut Ferry, kopi robusta asal Subang, atau yang lebih dikenal dengan label Kopi Hofland, memiliki daya tarik khusus bagi konsumen di Aljazair.
Cita rasa yang khas menjadi alasan utama mengapa permintaan dari negara tersebut terus mengalami tren peningkatan yang signifikan setiap tahunnya.
Meski demikian, Ferry mengakui tantangan besar masih membayangi industri kopi nasional, terutama persaingan dengan negara produsen besar lainnya.
"Kita masih berupaya mengejar volume ekspor Vietnam. Namun, kami optimis melalui optimalisasi lahan perhutanan sosial, produktivitas kopi nasional akan terus meningkat untuk memenuhi kebutuhan dunia," tambahnya.
Nilai Ekonomi dan Ekspansi Global
Ketua Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah, Miftahudin Shaf, memaparkan bahwa nilai transaksi untuk pengiriman kali ini mencapai Rp 7,2 miliar. Kopi tersebut dibanderol dengan harga Rp 75.000 per kilogram.
"Hari ini kami mengirimkan total 96 ton robusta. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan produk berkualitas dari petani Subang ke meja konsumen dunia," kata Miftahudin.
Kabupaten Subang, khususnya wilayah selatan yang mencakup Kecamatan Cisalak, Ciater, Kasomalang, hingga Tanjungsiang, kini tidak hanya dikenal sebagai sentra nanas, tetapi juga sebagai produsen kopi robusta dan arabika unggulan.
Sebelum merambah Aljazair, produk dari wilayah ini telah lebih dulu menjangkau pasar di:
• Timur Tengah : Mesir, Arab Saudi, Lebanon, dan Dubai.
• Asia & Eropa : China serta sejumlah negara di Benua Biru.
Keberhasilan ekspor ini diharapkan menjadi stimulus bagi para petani lokal untuk terus meningkatkan standar budidaya agar kopi Indonesia tetap kompetitif di pasar internasional yang semakin ketat.(*)

