Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Sebanyak 51 Ribu Mobil Hyundai Tucson Kena Recall, Masalah Kabel Trailer Hitch Picu Risiko Kebakaran

Jakarta : Hyundai Motor America resmi mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap sekitar 51.587 unit Hyundai Tucson model tahun 2022 hingga 2024 yang beredar di Amerika Serikat.(1/1/26).
Foto : Hyundai Tucson (Hyundai News)

Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan setelah ditemukan potensi masalah teknis yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Recall tersebut dilakukan bekerja sama dengan otoritas keselamatan kendaraan Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).

Berdasarkan dokumen recall, sumber persoalan berasal dari wiring harness trailer hitch yang dipasang sebagai aksesori opsional pada sejumlah unit Hyundai Tucson.

Masalah diketahui terjadi pada kabel trailer wiring harness yang diproduksi oleh pemasok tertentu dan terpasang baik sejak dari pabrik maupun melalui dealer.

Komponen ini diduga tidak memiliki perlindungan seal yang memadai, sehingga memungkinkan air masuk ke dalam modul kontrol kabel.

Jika air merembes ke modul tersebut, kondisi ini berpotensi memicu korsleting listrik. Dampaknya bisa berupa gangguan fungsi lampu trailer maupun lampu rem kendaraan. Dalam situasi tertentu, korsleting juga dapat menyebabkan panas berlebih yang berujung pada risiko kebakaran.

Melansir thedrive, Hyundai menyebut jumlah insiden kebakaran yang terkonfirmasi masih sangat terbatas. Hingga saat ini, tercatat hanya tiga kasus kebakaran di Amerika Serikat yang diduga berkaitan dengan masalah tersebut.

Meski begitu, Hyundai bersama regulator tetap memilih langkah preventif dengan melakukan recall terhadap seluruh kendaraan yang berpotensi terdampak.

Mengutip dari laman Liputan6, Hyundai juga menegaskan belum ada laporan kecelakaan maupun cedera akibat masalah ini, baik di Amerika Serikat maupun Kanada.

Perlu dicatat, recall ini hanya berlaku untuk unit Tucson yang dilengkapi dengan wiring harness trailer sebagai perlengkapan opsional.

Sebagai solusi, pemilik kendaraan akan menerima surat pemberitahuan resmi dan berhak mendapatkan perbaikan gratis di dealer resmi Hyundai.

Tindakan perbaikan meliputi penggantian wiring harness dengan versi terbaru yang telah dilengkapi perlindungan lebih baik terhadap masuknya air.

Sambil menunggu proses perbaikan, Hyundai menyarankan pemilik kendaraan tetap dapat menggunakan mobilnya, namun dianjurkan untuk tidak memarkirkan kendaraan di dalam bangunan tertutup atau di dekat struktur gedung.

Imbauan ini dilakukan untuk meminimalkan risiko jika terjadi panas berlebih saat kendaraan tidak digunakan.

Penyebab Recall

Masalah utama pada recall ini berakar pada seal atau pelindung wiring harness trailer hitch yang kurang optimal dalam menahan air hujan maupun cipratan air dari jalan. Ketika air masuk ke modul kontrol, komponen elektronik di dalamnya berpotensi mengalami korsleting.

Kondisi tersebut tidak hanya dapat membuat lampu trailer atau lampu rem bekerja tidak semestinya, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan karena sinyal lampu yang tidak akurat dapat meningkatkan potensi kecelakaan. Dalam kasus yang sangat jarang, korsleting bahkan bisa memicu kebakaran di area belakang kendaraan.

Hyundai mengimbau seluruh pemilik Tucson yang termasuk dalam daftar recall untuk memarkirkan kendaraannya di luar ruangan dan menjauh dari struktur bangunan hingga perbaikan dilakukan. Dealer resmi akan mengganti wiring harness trailer hitch dengan versi yang telah ditingkatkan tanpa biaya tambahan.

Pemberitahuan resmi kepada pemilik kendaraan dijadwalkan mulai dikirim pada Februari 2026. Namun demikian, pemilik kendaraan sudah dapat mengecek status recall melalui nomor identifikasi kendaraan (VIN) di situs resmi NHTSA.

Recall Hyundai Tucson ini menjadi pengingat bahwa meskipun sebuah kendaraan memiliki reputasi baik, komponen aksesoris, terutama yang berkaitan dengan sistem kelistrikan, tetap memegang peran penting dalam aspek keselamatan. Perbaikan gratis melalui jaringan dealer resmi diharapkan dapat memastikan Tucson yang terdampak kembali aman untuk digunakan.(*)