Laporan Dicabut, Polisi Tetap Selidiki Dugaan Penculikan Jesslyn Wijaya
Jakarta : Polres Metro Jakarta Pusat memastikan penyelidikan dugaan penculikan terhadap Jesslyn Wijaya tetap berlanjut. Keputusan tersebut diambil meski pelapor telah mencabut laporan polisi yang sebelumnya diajukan kepada penyidik
Hingga kini, polisi masih mencari keberadaan korban sekaligus memastikan apakah peristiwa tersebut benar atau tidak. Penyidik terus mengumpulkan berbagai informasi agar kronologi kejadian dapat dipastikan berdasarkan fakta yang ditemukan selama proses penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan laporan dugaan penculikan diajukan teman korban berinisial NA. "Kami menerima laporan dari pelapor berinisial NA terkait dugaan penculikan terhadap korban bernama JW di Jakarta Pusat," ujar dalam keterengan resmi yang diterima , Rabu, 22 Juli 2026.
Ia menjelaskan dugaan penculikan terjadi di Restoran Saung Kito ketika korban didatangi lima orang, Senin, 13 Juli 2026. Korban diduga dibawa paksa meninggalkan restoran oleh lima orang sehingga polisi langsung menindaklanjuti melalui penyelidikan.
Penyidik telah melakukan serangkaian penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi serta mengamankan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian. Polisi juga mendatangi rumah korban dan orang tuanya guna memperoleh informasi tambahan yang dapat membantu pengungkapan perkara tersebut.
"Kami dari Polres Jakpus sudah menerima laporan polisinya dan sekarang melakukan penyelidikan terhadap kejadian yang dilaporkan tersebut. Termasuk memeriksa CCTV di lokasi, saksi-saksi termasuk rumah daripada korban dan orang tua korban," ucapnya.
Seluruh keterangan yang diperoleh dari saksi maupun rekaman CCTV masih dianalisis untuk memastikan kesesuaian dengan kronologi kejadian sebenarnya. Polisi menegaskan setiap petunjuk akan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penyelidikan berikutnya secara menyeluruh dan bertahap.
Ia mengatakan pelapor datang ke Polres Metro Jakarta Pusat pada Minggu, 19 Juli 2026, untuk mencabut laporan. "Pelapor memang telah mencabut laporan, tetapi penyelidikan tetap berjalan karena fakta sebenarnya masih terus kami dalami bersama penyidik," ucapnya.
Menurutnya, pencabutan laporan tidak otomatis menghentikan penanganan perkara apabila penyidik masih menemukan dugaan unsur tindak pidana. Ia memastikan, apakah peristiwa tersebut benar terjadi tindak pidana atau berlangsung atas kemauan korban sendiri.
Hingga saat ini, keberadaan Jesslyn Wijaya masih belum diketahui meski penyidik terus melakukan penelusuran. Polisi juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperluas pencarian serta memastikan kondisi korban secepat mungkin.
Penyidik menduga korban kemungkinan sudah tidak berada di wilayah Jakarta berdasarkan informasi awal yang diperoleh selama proses penyelidikan berlangsung. Meski demikian, dugaan tersebut masih terus didalami sehingga belum dapat dipastikan sebelum seluruh fakta berhasil diverifikasi penyidik.
Polres Metro Jakarta Pusat menegaskan penyelidikan akan terus dilakukan hingga seluruh rangkaian peristiwa dapat dipastikan secara menyeluruh dan objektif. Kepolisian berharap masyarakat segera melaporkan informasi yang berkaitan dengan keberadaan korban agar proses penyelidikan berjalan lebih efektif.
Teka-teki keberadaan sang atlet membuat akun Instagram pribadinya dipenuhi gelombang empati.
Unggahan instagram Jesslyn yang menuliskan narasi "Jesslyn’s Golf Diary", menjadi postingan terakhir Jesslyn tercatat pada 12 Juli 2026. Yaitu sehari sebelum insiden di Mangga Besar terjadi.
Lapak unggahan yang didominasi momen-momen saat ia beraksi di lapangan hijau itu kini dipenuhi beragam rupa doa. Doa dan harapan tersebut ditulis oleh netizen serta rekan-rekannya agar ia kembali dalam keadaan selamat.
"Semoga baik-baik saja. Our thoughts and prayers," tulis salah satu netizen.(*)
