Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Musibah Banjir Bandang di Bangladesh Tewaskan 44 Orang

Dhaka; Bencana banjir dan tanah longsor akibat hujan ekstrem di Bangladesh memaksa lebih dari satu juta warga terisolasi, sementara tim penyelamat berupaya keras menjangkau wilayah terdampak.(17/7/26).
Musibah Banjir Bandang di Bangladesh Tewaskan 44 Orang

Gelombang hujan lebat yang mengguyur Bangladesh selama beberapa hari terakhir telah memicu bencana hidrometeorologi yang meluas, menyebabkan sedikitnya 44 orang meninggal dunia.

Otoritas setempat melaporkan pada Minggu 12 Juli 2026 bahwa musibah ini mengakibatkan lebih dari satu juta penduduk terjebak di tengah kepungan air.

Situsasi kota Dhaka Lewat Camera Drone Senin 13 Juli 2026 (Foto: Anadolu Agency)
Situsasi kota Dhaka Lewat Camera Drone Senin 13 Juli 2026 (Foto: Anadolu Agency)

Kementerian Manajemen Bencana Bangladesh mengonfirmasi bahwa banjir telah melumpuhkan tujuh distrik utama, yaitu Chattogram, Cox’s Bazar, Bandarban, Rangamati, Khagrachhari, Moulvibazar, dan Habiganj. Selain memutuskan akses transportasi, bencana ini menyebabkan lebih dari 200.000 rumah tangga kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar.

"Hujan yang tidak kunjung reda telah menghentikan aktivitas ekonomi dan sosial. Banyak keluarga tidak mampu lagi memasak, bertahan di kediaman mereka, maupun beraktivitas," ujar juru bicara kementerian dalam pernyataan resminya.

Dampak pada Pengungsi Rohingya

Situasi paling kritis terpantau di Cox’s Bazar, yang menampung lebih dari satu juta pengungsi Rohingya. Hujan intensitas tinggi memicu serangkaian tanah longsor yang menghantam kamp-kamp pengungsian. Data otoritas lokal menunjukkan 16 orang tewas dalam insiden tanah longsor tersebut, termasuk kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.

Musibah Banjir Bandang di Bangladesh Tewaskan 44 Orang
Musibah Banjir Bandang di Bangladesh Tewaskan 44 Orang

Genangan air yang mencapai lantai dasar bangunan di berbagai titik juga menghambat mobilitas logistik. Penutupan akses jalan utama akibat banjir sempat memperlambat upaya tim penyelamat dalam mendistribusikan bantuan darurat ke daerah-daerah yang terisolasi.

Kerentanan Iklim

Secara geografis, Bangladesh merupakan negara yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana alam, termasuk banjir tahunan, erosi sungai, dan tanah longsor akibat musim monsun.

Namun, para pakar lingkungan menekankan bahwa intensitas cuaca ekstrem saat ini menjadi pengingat nyata atas dampak perubahan iklim global.

Pemerintah Bangladesh kini mengerahkan sumber daya maksimal untuk mitigasi di lapangan, sembari memantau potensi curah hujan susulan yang dapat memperparah kondisi di wilayah dataran rendah. Upaya pemulihan fokus pada pembersihan jalur evakuasi dan penyediaan tempat penampungan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.(*)