10 Macam Tradisi Menyambut Tahun Baru di Manca Negara, Diantaranya Nomor 9 Diluar Normal
Karawang: Pergantian tahun selalu menjadi momen spesial yang dirayakan dengan beragam cara di berbagai belahan dunia. Menjelang tahun baru 2025, antusiasme masyarakat mulai terasa melalui berbagai persiapan dan tradisi yang dilakukan.(28/12/25).
Perayaan tahun baru tak sekadar menandai pergantian kalender. Momen ini juga menjadi ajang berkumpul, berbagi harapan, dan menyambut awal yang baru bersama orang terdekat.
Menariknya, setiap negara memiliki tradisi unik yang berbeda satu sama lain. Beberapa kebiasaan bahkan terbilang tak biasa, namun sarat makna bagi masyarakat setempat.
1. Irlandia: Menggantungkan Roti Natal
Masyarakat Irlandia memiliki tradisi menggantung roti Natal khusus di pintu atau dinding rumah. Roti ini dipercaya mampu mengusir nasib buruk dan membawa energi positif di tahun baru.
Tradisi tersebut menjadi simbol harapan akan awal yang lebih baik. Roti Natal dianggap sebagai doa agar tahun yang datang dipenuhi keberuntungan.
2. Afrika Selatan: Membuang Perabotan Lama
Di Johannesburg, sebagian warga merayakan tahun baru dengan membuang perabotan lama melalui jendela. Kebiasaan ini melambangkan pelepasan masa lalu yang sudah tidak dibutuhkan.
Tradisi tersebut menjadi simbol kesiapan menyambut kesempatan baru. Meski terkesan ekstrem, maknanya sangat filosofis bagi masyarakat setempat.
3. Swiss: Menjatuhkan Es Krim
Di Swiss, ada kebiasaan menjatuhkan es krim ke lantai saat perayaan tahun baru. Tindakan ini diyakini membawa keberuntungan dan kelimpahan.
Es krim yang jatuh dianggap simbol rezeki yang melimpah. Tradisi ini dijalani dengan penuh suka cita.
4. Spanyol: Makan 12 Anggur
Sejak abad ke-19, masyarakat Spanyol memakan 12 butir anggur saat lonceng pergantian tahun berbunyi. Setiap butir anggur melambangkan harapan untuk satu bulan ke depan.
Tradisi ini dipercaya membawa keberuntungan sepanjang tahun. Kebiasaan tersebut kini juga populer di berbagai negara, termasuk Indonesia.
5. Jepang: Lonceng Kuil dan Toshikoshi Soba
Di Jepang, lonceng kuil Buddha dibunyikan sebanyak 108 kali menjelang tahun baru. Setiap bunyi melambangkan pembersihan sifat buruk manusia.
Selain itu, masyarakat Jepang juga menyantap Toshikoshi Soba. Mi panjang ini menjadi simbol umur panjang dan harapan hidup yang lebih baik.
Warga Denmark memiliki kebiasaan melempar piring ke depan rumah kerabat atau teman. Semakin banyak piring yang pecah, semakin besar keberuntungan yang diyakini datang.
Tradisi ini justru menjadi simbol persahabatan dan doa baik. Pecahan piring dianggap tanda sebagai kasih sayang.
7. Filipina: Simbol Bulat untuk Kekayaan
Masyarakat Filipina merayakan tahun baru dengan berbagai benda berbentuk bulat. Bentuk bulat melambangkan kekayaan dan kemakmuran.
Tradisi ini dilakukan dengan mengenakan pakaian bermotif bulat dan menyantap buah anggur. Koin juga sering disimpan di saku sebagai simbol rezeki.
8. Kolombia: Membawa Koper Kosong
Di Kolombia, membawa koper kosong saat malam tahun baru menjadi tradisi unik. Koper tersebut dibawa berkeliling rumah atau lingkungan sekitar.
Tradisi ini dipercaya membawa kesempatan bepergian di tahun mendatang. Masyarakat melakukannya dengan penuh harapan.
9. Chili: Menginap di Kuburan
Di Chili, sebagian warga memilih bermalam di kuburan bersama keluarga yang telah meninggal. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan.
Kebiasaan tersebut bahkan telah dilegalkan oleh pemerintah setempat. Maknanya adalah merayakan pergantian tahun bersama orang tercinta.
10. Ekuador: Membakar Año Viejo
Masyarakat Ekuador membakar boneka bernama Año Viejo saat malam tahun baru. Boneka tersebut dibuat dari barang-barang lama.
Pembakaran ini melambangkan pelepasan masalah dan kesulitan tahun sebelumnya. Tradisi ini dipercaya membuka jalan bagi kebahagiaan di tahun baru.(*)



