Kini Hadir Idola Baru di Cirebon
Cirebon: Di tengah dinamika politik lokal yang kerap diwarnai kegiatan seremonial dan mobilisasi massa, muncul fenomena menarik di Kabupaten dan Kota Cirebon, Jawa Barat. Seorang bocah bernama Dede April, finalis ajang dangdut DA'7, mendadak menjadi magnet perhatian publik. Ratusan ribu warga dari berbagai kalangan tampak memadati ruas jalan untuk menyambut kehadirannya.
Warga rela berdesakan hingga menyebabkan kemacetan di sejumlah titik, hanya untuk melihat langsung sosok idola mereka. Kehadiran masyarakat berlangsung spontan tanpa undangan resmi, tanpa pengarahan, dan tanpa mobilisasi terorganisasi. Antusiasme tersebut muncul murni dari ketertarikan dan rasa bangga terhadap Dede April.
“Bupati saja kalah,” ujar seorang warga yang tidak ingin disebut namanya, dengan nada bercanda, Jumat (2/1/2026), menggambarkan besarnya daya tarik Dede April dibandingkan tokoh-tokoh publik di daerah.
Fenomena ini tidak semata menjadi hiburan, tetapi juga mencerminkan kuatnya budaya populer di tengah masyarakat. Musik dangdut Pantura yang merakyat dinilai mampu menghadirkan kedekatan emosional dan kebersamaan lintas usia. Kehadiran Dede April dianggap mewakili figur yang dekat dengan masyarakat dan mampu menghadirkan kebahagiaan sederhana.
Seorang ibu rumah tangga yang beada ditengah kerumunan massa mengaku rela berjalan kaki beberapa kilometer demi melihat langsung Dede April.
“Anak saya sangat suka. Katanya ingin melihat langsung penyanyi cilik yang suaranya bagus, jadi saya temani,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ukim, warga Cirebon Timur.
“Auranya besar sekali. Ini idola baru warga Cirebon,” katanya.
Fenomena tersebut menjadi gambaran bahwa ketokohan di mata masyarakat tidak selalu ditentukan oleh jabatan atau posisi formal. Dede April, dengan penampilan sederhana dan suara khasnya, dinilai mampu membangun kedekatan emosional dengan masyarakat luas.(*)

