Operasi SAR ATR Usai, Doa Mengiringi Penutupan Pencarian
Jakarta: Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, resmi ditutup. Penutupan pencarian ini diiringi doa dan penghormatan bagi seluruh korban serta dedikasi para petugas SAR.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan, seluruh upaya pencarian telah dilaksanakan secara maksimal di medan ekstrem dan cuaca menantang. “Operasi SAR kami nyatakan selesai, hingga akhir pelaksanaan, tim SAR gabungan menemukan total 11 paket,” ujar Syafii, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan, 11 paket tersebut terdiri atas 10 paket body pack dan satu paket body part. Seluruhnya telah dievakuasi dan diserahkan kepada Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan untuk proses identifikasi.
Selain korban, tim SAR gabungan juga berhasil menemukan kotak hitam atau black box pesawat pada hari kelima pencarian. Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam mengungkap penyebab kecelakaan.
“Black box sudah diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Selanjutnya untuk dianalisis secara teknis,” ucapnya.
Meski operasi SAR telah ditutup, Basarnas menegaskan bahwa doa dan harapan masih menyertai proses identifikasi dan investigasi. Basarnas masih menunggu hasil resmi pencocokan data korban dengan manifest penumpang.
“Apabila hasil identifikasi nantinya tidak sesuai dengan data manifest, maka operasi SAR dapat dibuka kembali Ini untuk pencarian lanjutan,” katanya.
Penutupan operasi ini menjadi penanda berakhirnya misi kemanusiaan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, serta berbagai unsur SAR gabungan. Selama proses pencarian, para petugas bekerja tanpa lelah menembus medan terjal Pegunungan Bulusaraung.
Dengan berakhirnya operasi SAR, doa dipanjatkan agar seluruh korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Selain itu, keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi duka mendalam.(*)

