Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Timnas Inggris Gunakan AI untuk Persiapan Adu Penalti

InggrisThomas Tuchel memiliki staf yang menggunakan teknologi AI untuk mengubah tren buruk Timnas Inggris dalam adu penalti.
Thomas Tuchel, sumber: Xinhua

Timnas Inggris kontestan Piala Dunia 2026 yang memiliki banyak pemain bintang. Faktor ini menempatkan The Three Lions sebagai salah satu tim yang berpeluang melangkah lebih jauh, termasuk hingga ke final.

Inggris juga merupakan tim asal Eropa dengan tradisi sepak bola yang besar. Hal itu ditandai dengan liga mereka, yaitu Premier League (Liga Inggris).

Namun, gemerlap status tersebut tidak diiringi dengan pencapaian mereka di turnamen-turnamen besar seperti Piala Dunia atau Piala Eropa. Dalam sejarahnya, Inggris hanya sekali meraih gelar yaitu Piala Dunia, itu pun terjadi pada 1966 silam. Sementara di Piala Eropa atau Euro, pencapaian terbaik The Three Lions hanya sebagai runner-up, tepatnya pada Euro 2020 dan 2024.

Dari perjalanan Timnas Inggris di sejumlah turnamen itu, ada satu hal yang sangat kentara yaitu tentang tradisi jelek The Three Lions saat menghadapi situasi adu penalti. Ketidakberuntungan atau nasib sial menghantui jejak Timnas Inggris di ajang-ajang besar jika menghadapi adu penalti sehingga membuat mereka tidak pernah juara lagi.

Ada periode pahit di mana Timnas Inggris lima kali berturut-turut tersingkir dari sebuah turnamen. Periode tersebut dimulai pada Piala Eropa 1996. Inggris yang sebagai tuan rumah tersingkir di semifinal karena kalah 5-6 dari Jerman dalam adu penalti.

Lalu dua tahun kemudian di Piala Dunia 1998, hasil pahit itu kembali terulang. Inggris takluk dari Argentina dalam adu penalti, 3-4 di 16 besar. Itu juga terjadi di Euro 2004 saat kalah dari Portugal, lalu kalah adu penalti di Euro 2012, takluk dari Italia.

Faktor adu penalti inilah yang akan coba diperbaiki di era Thomas Tuchel, pelatih yang resmi menangani Timnas Inggris sejak 1 Januari 2025 lalu. Pelatih berusia 52 tahun ini tidak hanya membawa kemampuan, pengalaman, dan pemahamannya soal taktik.

Pelatih asal Jerman ini bekerja sama dengan orang-orang di Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) yang mampu memanfaatkan teknologi, salah satunya adalah Rhys Long. Termasuk Rhys Long, barisan staf Thomas Tuchel terdiri dari para analis yang mampu memaksimalkan perangkat lunak seperti teknologi Artificial Intelligence (AI) atau yang juga disebut dengan kecerdasan buatan.

Memaksimalkan AI sebagai alat menjadi salah satu cara Thomas Tuchel dalam menerapkan metode kepelatihannya untuk meningkatkan performa dalam latihan hingga analisis sebelum dan sesudah pertandingan, termasuk penalti. Dengan menggunakan AI, Thomas Tuchel dan stafnya memiliki modal terkait informasi tendangan penalti dan juga penyelamatan.

"AI dapat menunjukkan tren tertentu tentang di mana pemain lawan mengambil tendangan penalti yang mungkin belum pernah kita pikirkan," kata Rhys Long yang merupakan Kepala Analisis FA sejak 2016 silam. "Untuk Piala Dunia nanti, kami memiliki informasi tentang 47 tim terkait penalti mereka," dia menambahkan.

Tidak tanggung-tanggung, menurut Rhys Long, informasi hasil menggunakan AI itu memiliki data setiap penembak penalti sejak pemain tersebut berusia 16 tahun. "Sebelumnya, dibutuhkan lima hari untuk mengumpulkan informasi tentang satu tim. Sekarang, dengan AI hanya dibutuhkan lima jam," Rhys Long menambahkan.

Rhys Long mengatakan bahwa kecerdasan buatan tersebut berupa gambar-gambar yang memperlihatkan kecenderungan para penembak penalti ke mana arah bola dilepaskan. Begitu juga dengan penjaga gawang lawan. Dalam hal ini, tim analis memiliki sejumlah data tentang gerakan para kiper lawan ketika menghadapi penalti.

"Melalui data tersebut, kami dapat melihat mereka lebih sering bergerak ke arah mana, lebih sering menjatuhkan diri ke sisi mana dibandingkan dengan sisi lainnya." kata Rhys Long.

Tentu saja, tim pelatih Thomas Thuchel memiliki data tentang para pemain Timnas Inggris. Bagaimana mereka menembak penalti dan lebih suka menendang ke arah mana.

Teknologi kecerdasan buatan inilah yang diharapkan dapat mengakhiri ketidakberuntungan Timnas Inggris dalam adu penalti. Faktanya, sejak kekalahan adu penalti lawan Italia di di Piala Eropa 2012, tren penalti Timnas Inggris sedikit lebih baik.

Dalam empat momen adu penalti, Inggris berhasil meraih tiga kemenangan yaitu saat lawan Kolombia di Piala Dunia 2018, menaklukkan Swiss pada ajang Nations League 2019, dan terakhir kembali menang adu penalti lawan Swiss di Euro 2024.

Satu-satunya kekalahan adu penalti pada periode itu terjadi saat takluk dari Italia di final Piala Eropa 2020.

Berikut Ini Deretan Hasil Adu Penalti Timnas Inggris di Ajang Internasional:

Piala Dunia 1990

Pada Piala Dunia 1990, Inggris hanya sebagai peringkat keempat.

The Three Lions gagal ke final setelah kalah adu penalti di semifinal dari Jerman Barat, 3-4.

Piala Eropa 1996

Inggris sebagai tuan rumah di Piala Eropa ini. Mereka menang adu penalti lawan Spanyol, 4-2 di perempat final.

Namun, Inggris gagal ke final setelah kalah dari Jerman 5-6 di semifinal dalam adu penalti.

Piala Dunia 1998

Di Piala Dunia 1998 ini, Inggris tersingkir lebih cepat juga disebabkan karena kalah dalam adu penalti.

Langkah mereka hanya sampai 16 besar setelah takluk dalam adu penalti lawan Argentina, 3-4.

Piala Eropa 2004

Empat tahun kemudian, di Piala Eropa 2004, Inggris kembali harus pulang lebih cepat.

Di turnamen ini, mereka tersingkir di perempat final karena kalah adu penalti dari Portugal, 5-6.

Piala Dunia 2006

Portugal kembali memberikan kekalahan bagi Inggris lewat penalti.

Pada perempat final, The Three Lions takluk dalam adu penalti 1-3.

Piala Eropa 2012

Penalti masih menjadi hantu bagi Timnas Inggris di Piala Eropa 2012.

The Three Lions kalah dari Italia dalam adu penalti yang berakhir dengan 2-4.

Piala Dunia 2018

Setelah tersingkir karena penalti dalam lima turnamen, Inggris akhirnya memperbaiki rapor tersebut.

The Three Lions menang 4-3 atas Kolombia dalam adu penalti di 16 besar. Langkah mereka terhenti di semifinal setelah kalah 1-2 dari Kroasia.

UEFA Nations League 2019

Timnas Inggris berhasil ke putaran final di UEFA Nations League 2019.

Namun, mereka hanya sampai semifinal setelah kalah 1-3 dari Belanda.

Dalam perebutan tempat ketiga, Timnas Inggris menang adu penalti 6-5 lawan Swiss.

Piala Eropa 2020

Inggris kembali hanya nyaris juara di ajang Piala Eropa.

The Three Lions berhasil ke final tapi kalah adu penalti lawan Italia, 2-3.

Dalam adu penalti tersebut, tiga pemain Inggris yaitu Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka gagal.

Piala Eropa 2024

Dalam Piala Eropa 2024 ini, Timnas Inggris menghadapi situasi adu penalti pada perempat final.

Mereka berhasil menang 5-3 dalam drama penalti lawan Swiss di fase itu.(*)