Jalan Batutulis Putus Total, Warga Pasrah Menerima Keadaan
Bogor ; Jalan Saleh Danasasmita Batu Tulis Bogor, hingga saat ini masih mengalami gangguan akibat ruas jalan yang retak atau patah karena hujan deras yang menggerus tanah. Pemerintah kota Bogor saat ini telah menutup sementara jalan tersebut, untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, akibat jalan yang retak.
![]() |
| Pengerjaan Jalan Batutulis yang masih terus berlangsung hingga Minggu 2 Februari 2026. Warga hanya pasrah menerima kenyataan harus kembali memutar lewat jalan alternatif. |
Dampaknya, masyarakat harus memutar arah lebih jauh dan terkena macet di kawasan yang menjadi jalur alternatif. Pemerintah daerah memang sudah menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk bisa mengakses dari kawasan Cipaku, Pamoyanan, ataupun jalur alternatif Bogor Sukabumi yang akan melewati kawasan Batu Tulis menuju ke pusat kota.
Salah seorang pelajar asal Bogor, Aska mengaku harus rela memutar hingga kawasan lain untuk menuju ke sekolah. Dirinya khawatir jika terlalu macet karena volume kendaraan yang banyak dan jalan yang kecil menyebabkan antrian sehingga bisa terlambat ke sekolah.
"Yah ini saya bisa terlambat kalau lewat jalur alternatifnya macet. Karena jalannya nggak terlalu lebar terus mobil motor pada numpuk belum lagi kalau ada masalah di jalan," ungkapnya, Minggu, 1 Februari 2026.
Sementara itu warga lainnya Yadi Nurcahyadi, mengungkapkan, bahwa dirinya harus berjalan kaki dari rumahnya melewati ruas jalan yang rusak di Batu Tulis. Langkah tersebut lebih cepat mengakses kawasan tempat kerjanya dengan berjalan kaki melewati jalan yang rusak ketimbang harus memutar membutuhkan waktu satu hingga dua jam.
"Saya jalan kaki dari rumah sampai tempat kerja saya sekitar 30 menit tapi kalau muter saya bisa sampai 1 jam hingga 2 jam. Ya lumayan capek cuman mau gimana lagi namanya jalannya putus," ujarnya.
Untuk itu warga mengharapkan pemerintah daerah cepat melakukan penanganan terutama untuk bisa kembali melintas roda dua atau sepeda motor. Selanjutnya juga bisa melanjutkan progres jalan yang rusak akibat longsor yang terjadi setahun yang lalu sehingga nantinya bisa untuk melintas mobil atau muatan roda empat atau lebih(*)


