Jelang Ramadhan, Pemerintah Catat Ada Kenaikan Harga Pangan
Jakarta : Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut sejumlah komoditas pangan strategis mulai merangkak naik menjelang Ramadan. Komoditas pangan tersebut meliputi beras, gula pasir, hingga cabai rawit merah.
![]() |
| Pedagang cabai di pasar induk Legi Tengah, Solo, Jawa Tengah saat melayani pembeli, Jumat, 19 Desember 2025. |
Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra mengatakan pemantauan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Masih terdapat komoditas yang diperdagangkan di atas harga acuan penjualan (HAP) maupun harga eceran tertinggi (HET).
"Untuk tren harga, kebetulan kami memiliki namanya sistem pemantauan harga di tingkat pasar. Tingkat eceran melalui SP2KP kemudian dagangan, ada beberapa komoditas pangan yang dijadikan atensi bersama," katanya Jumat, 6 Februari 2026.
Ia menjelaskan, secara rata-rata nasional, perkembangan harga berdasarkan data SP2KP di seluruh wilayah Indonesia masih relatif stabil. Jika dibandingkan dengan kondisi sebulan lalu, pekan lalu, maupun hari sebelumnya.
Namun demikian, terdapat sejumlah komoditas yang perlu diwaspadai karena adanya tren peningkatan permintaan. "Permintaan akan meningkat seiring mendekati Ramadan dan Hari Raya. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian," ujarnya.
Terkait besaran kenaikan harga pada komoditas pangan tersebut, ia menyebut faktor budaya masyarakat turut memengaruhi. Meski selama Ramadan masyarakat berpuasa, konsumsi justru bergeser ke waktu berbuka puasa yang identik dengan makanan dan minuman manis.
Lebih lanjut, secara nasional komoditas bahan pokok menunjukkan tren kenaikan harga yang relatif kecil, yakni sekitar 0,74 persen. Untuk beras medium di regional A, tercatat masih berada dalam rezim positif dengan kenaikan sekitar 0,7 persen.
Sementara itu, kenaikan harga yang perlu mendapat perhatian lebih terjadi di Regional C, yang meliputi kawasan Indonesia timur. "Regional C, khususnya Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur, perlu menjadi perhatian karena wilayah tersebut menghadapi tantangan geografis," ucapnya.
Di sisi lain, Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso akan terus melakukan pemantauan stok dan harga komoditas pangan secara nasional. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang Ramadan.
"Persiapan ramadan besok kami juga akan mulai melakukan pengecekan ke pasar-pasar," ucapnya. Dalam hal ini, pihaknya Balai Pengawasan Tertib Niaga (BPTN) diminta untuk terus melakukan monitoring perkembangan harga komoditas pangan.(*)
